detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 16:15 WIB

Retas Ponsel Menteri Kehakiman Brasil, 4 Orang Ditangkap

Novi Christiastuti - detikNews
Retas Ponsel Menteri Kehakiman Brasil, 4 Orang Ditangkap Ilustrasi (DW)
Brasilia - Kepolisian Federal Brasil menangkap empat orang yang diduga meretas telepon genggam (ponsel) Menteri Kehakiman Sergio Moro. Hasil peretasan itu membocorkan percakapan via aplikasi chat soal konspirasi terhadap mantan Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, yang terseret skandal korupsi besar-besaran.

Seperti dilansir AFP, Rabu (24/7/2019), keempat orang yang ditangkap ini juga diduga meretas telepon genggam para jaksa yang terlibat dalam skandal korupsi besar-besaran itu. Identitas keempat orang yang ditangkap pada Selasa (23/7) waktu setempat ini tidak disebut lebih lanjut.

Dalam pernyataannya, Kepolisian Federal Brasil menyebut empat tersangka di dalam dalam operasi 'Spoofing' yang melibatkan penggerebekan di tiga kota yang ada di wilayah Sao Paulo.


Penangkapan ini dilakukan setelah bulan lalu, situs berita investigatif mulai merilis transkrip bocoran percakapan via aplikasi Telegram yang menunjukkan Moro berkonspirasi untuk menjaga Lula da Silva tetap dipenjara.

Hal itu dilakukan agar Lula da Silva tidak bisa ikut dalam pemilihan presiden (pilpres) tahun 2018 lalu yang diprediksi akan dimenangkan olehnya.

Diketahui bahwa Lula da Silva, yang menjabat Presiden Brasil selama dua periode pada tahun 2003-2011 ini, dinyatakan bersalah menerima suap berupa sebuah apartemen tepi pantai dari sebuah perusahaan konstruksi. Lula da Silva telah dijatuhi vonis 12 tahun penjara, yang kemudian dikurangi menjadi 8 tahun 10 bulan penjara saat banding.

Penyelidikan skandal korupsi yang menyeret para pejabat penting Brasil ini diselidiki sebagai operasi 'Car Wash' dan dipimpin oleh Moro yang merupakan hakim berpengaruh di Brasil.


Terkait tuduhan konspirasi terhadap Lula da Silva, Moro menyangkalnya. Dia juga menolak mundur dari jabatannya. Moro menyebut para penjahat sengaja meretas telepon genggamnya dengan tujuan memutarbalikkan fakta yang ditemukan dari hasil penyelidikan yang dipimpinnya dan menyeret pejabat-pejabat penting Brasil termasuk Lula da Silva.

Bocoran percakapan dari telepon genggam Moro yang disebut mengindikasikan konspirasi, dirilis oleh situs berita The Intercept yang didirikan oleh jurnalis Amerika Serikat, Glenn Greenwald. Tidak diungkapkan lebih lanjut oleh The Intercept soal identitas sumber mereka.

Bocoran yang dibeberkan The Intercept justru memicu aksi dukungan untuk Moro, yang oleh kebanyakan warga Brasil dianggap sebagai pahlawan antikorupsi. Pada Januari lalu, Moro ditunjuk menjadi Menteri Kehakiman Brasil oleh Presiden Jair Bolsonaro.


(nvc/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com