detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 15:19 WIB

Anak Buah Selundupkan Ribuan Slof Rokok, Bos Intelijen Taiwan Mundur

Novi Christiastuti - detikNews
Anak Buah Selundupkan Ribuan Slof Rokok, Bos Intelijen Taiwan Mundur Ilustrasi (Dok. REUTERS/Christian Hartmann/Illustration)
Taipei - Bos intelijen Taiwan mengundurkan diri setelah seorang anak buahnya yang mendampingi Presiden Tsai Ing-wen dalam kunjungan ke luar negeri, ketahuan berupaya menyelundupkan rokok. Nyaris 10 ribu slof rokok hendak diselundupkan oleh agen keamanan ini.

Diungkapkan kantor Kepresidenan Taiwan, seperti dilansir AFP, Rabu (24/7/2019), bahwa Kepala Biro Keamanan Nasional Taiwan (NSB), Peng Sheng-chu, mengajukan pengunduran dirinya pada pada Senin (22/7) waktu setempat, untuk bertanggung jawab atas kasus itu.

Skandal ini berpusat pada seorang agen keamanan, yang tidak disebut namanya, yang masuk dalam rombongan Presiden Tsai saat kunjungan kenegaraan ke wilayah Karibia beberapa waktu lalu.


Menurut Badan Bea Cukai Taiwan, si agen keamanan berupaya membawa serta 9.800 slof rokok melalui jalur VIP saat kembali dari kunjungan kenegaraan itu.

Dituturkan seorang anggota parlemen Taiwan dari kelompok oposisi bahwa agen keamanan itu terlebih dulu memesan rokok secara online saat dia masih ada di Taiwan.

Setelah rokok itu sampai ke tangannya saat ada di luar negeri, dia menyimpan rokok-rokok itu di gudang bandara. Selanjutnya, agen keamanan tersebut berupaya menyelundupkan rokok-rokok itu melalui jalur VIP, demi menghindari pemeriksaan pihak bea cukai dan agar dia tidak membayar pajak.

Diketahui bahwa aturan hukum di Taiwan membatasi para pelancong untuk membawa maksimum lima slof rokok dan hanya satu saja yang bebas pajak.


Skandal ini terbongkar setelah otoritas Taiwan menerima laporan dari seorang anggota parlemen dari oposisi bernama Huang Kuo-chang. Disebutkan Huang bahwa rokok-rokok yang diselundupkan itu bernilai lebih dari US$ 200 ribu atau setara Rp 2,7 miliar.

Kantor kepresidenan menyebut Presiden Tsai 'terkejut dan marah' saat mengetahui skandal ini dan memerintahkan dilakukannya penyelidikan menyeluruh.

Presiden Tsai juga memberikan pernyataan via Facebook pada Senin (22/7) waktu setempat, yang isinya menanggapi kritikan publik. "Kami akan merenungkan ini secara mendalam dan melakukan pengkajian untuk mencegah skandal serupa," tulis Presiden Tsai dalam pernyataannya.


(nvc/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com