detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 12:40 WIB

Mark Esper Dilantik Jadi Menhan AS, Pernah Jadi Tentara di Timur Tengah

Novi Christiastuti - detikNews
Mark Esper Dilantik Jadi Menhan AS, Pernah Jadi Tentara di Timur Tengah Mark Esper usai dilantik jadi Menhan AS. Trump menghadiri pelantikan ini (NICHOLAS KAMM/AFP)
Washington DC - Mark Esper, yang mantan tentara, telah resmi dilantik menjadi Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) setelah mendapat persetujuan Senat AS. Pelantikan Esper ini mengakhiri kekosongan kepemimpinan Pentagon terlama dalam sejarah AS.

Kursi Menteri Pertahanan atau Menhan AS diketahui kosong sejak James Mattis mengundurkan diri pada Desember 2018 lalu. Mattis yang merupakan purnawirawan Jenderal pada Korps Marinir AS ini dikabarkan memiliki perbedaan sikap terkait kebijakan Presiden Donald Trump menarik pasukan militer AS dari Suriah.

Dua pejabat pelaksana tugas (Plt) Menhan AS ditunjuk Trump untuk mengisi kekosongan itu, termasuk Patrick Shanahan yang hanya menjabat enam bulan sebelum mengundurkan diri pada Juni lalu karena alasan keluarga. Pengunduran diri Shanahan menghapus namanya dari daftar kandidat Menhan AS yang dicalonkan Trump.


Seperti dilansir AFP, Rabu (24/7/2019), Esper yang pernah dua tahun menjabat Sekretaris Militer AS sejak tahun 2017 ini, menjalani proses pencalonan secara kilat. Dalam rapat penentuan di Senat AS, Esper mendapat dukungan luas dari kalangan bipartisan dan akhirnya diloloskan dengan dukungan 90 suara melawan 8 suara.

Esper resmi dilantik dan diambil sumpahnya dalam seremoni di Ruang Oval Gedung Putih pada Selasa (23/7) waktu setempat. Trump dan sejumlah Senator Republikan menghadiri langsung pelantikan itu.

Lebih lanjut, Trump menyebut pelantikan Esper sebagai 'hari yang sangat penting' bagi AS. "Tidak ada lagi yang lebih memenuhi syarat untuk memimpin Departemen Pertahanan," tegas Trump.

Mark Esper saat diambil sumpahnya sebagai Menhan ASMark Esper saat diambil sumpahnya sebagai Menhan AS Foto: NICHOLAS KAMM/AFP

Pelantikan Esper ini terjadi saat AS masih terlibat dalam konflik di berbagai negara termasuk Afghanistan dan tengah terlibat ketegangan serius dengan Iran. Pemimpin mayoritas Senat AS, Mitch McConnel, dari Partai Republik memuji Esper sebagai 'kandidat yang sangat siap secara menyeluruh' yang menghormati komunitas keamanan nasional dan bisa menjalankan tugas dengan penuh antusiasme.

"Dunia sedang penuh ancaman serius bagi Amerika, bagi sekutu-sekutu kita dan bagi sahabat-sahabat kita, salah satu diantaranya yang paling jelas adalah desakan Iran untuk terus meningkatkan ketegangan di Timur Tengah. Memiliki Menteri Pertahanan yang dikonfirmasi oleh Senat, khususnya dengan kualitas ini, hampir saja terlambat," sebutnya.

Esper disebut memiliki pengalaman penting di Timur Tengah. Dia pernah terlibat operasi militer di Irak saat Perang Teluk tahun 1991. Esper juga menjadi bagian dari 101st Airborne Division pada Angkatan Darat AS yang dijuluki 'Screaming Eagles'.


Sosok Esper juga dikenal dekat dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Keduanya sama-sama pernah belajar di West Point Military Acedemy dan lulus tahun 1986.

Dari sisi politik, Esper juga berpengalaman dengan menjadi penasihat bagi sejumlah anggota parlemen AS, termasuk Senator Republikan, Chuck Hagel, kemudian ditunjuk menjadi Menhan AS pada era Presiden Barack Obama.


(nvc/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com