detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 18:53 WIB

Produk Indonesia Diserbu Masyarakat Kamboja di Pameran Dagang RI-Kamboja

Rita Uli Hutapea - detikNews
Produk Indonesia Diserbu Masyarakat Kamboja di Pameran Dagang RI-Kamboja Foto: KBRI Phnom Penh
Phnom Penh - Cambodia-Indonesia Friendship Trade Fair 2019, sebuah ajang pameran produk, seni dan budaya Kamboja-Indonesia telah digelar di Kamboja. Pameran dagang ini pertama kali diadakan di Taman terbuka di Siem Reap selama tiga hari, 19-21 Juli 2019 dan merupakan bagian dari kegiatan peringatan bersama 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Kamboja yang dibuka secara resmi tanggal 13 Februari 1959 silam.

Meski diguyur hujan rintik-rintik, acara pembukaan berlangsung penuh persahabatan, dihadiri oleh sekitar 300 orang yang terdiri dari para pejabat tinggi kedua negara dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Luar Negeri, Pemerintah Provinsi Siem Reap, Otoritas Nasional Apsara, Duta Besar negara sahabat/perwakilan diplomatik, organisasi pemuda Kamboja dan tentunya komunitas bisnis kedua negara serta masyarakat umum.

"Dengan ini, saya menyatakan bahwa Cambodia-Indonesia Friendship Trade Fair 2019 dibuka, selamat kepada Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja, H.E. Sudirman Haseng, serta timnya dan terima kasih atas upaya tak kenal lelahnya dalam bekerja sama dan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan Kamboja dan Pemerintah Provinsi Siem Reap, sehingga Friendship Trade Fair ini dapat terwujud," demikian pernyataan Menteri Perdagangan Kamboja, Pan Sorasak, saat membuka secara resmi pameran dagang bersama Indonesia dan Kamboja pada 19 Juli lalu di Taman Preah Reach Damnak, Siem Reap.

"Sebagai sesama keluarga ASEAN, kita memiliki keuntungan atas sebuah integrasi pembangunan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Untuk itu, saya mendorong pebisnis Indonesia dan Kamboja dapat terus eksplor kesempatan, perluas jejaring dan terus berhubungan demi kemajuan, kesuksesan dan kesejahteraan bersama', ucap Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri RI, Ina Hagningtyas Krisnamurthi dalam sambutannya pada acara pembukaan.

Pameran dimeriahkan oleh para penari tradisional dari Kamboja persembahan Pemerintah Provinsi Siem Reap dan penari tradisional Indonesia persembahan dari Kementerian Pariwisata Indonesia yang tampil memukau pada acara pembukaan dan setiap malam selama pameran berlangsung. Sejumlah tarian khas Indonesia dan Kamboja hadir pada acara hiburan malam, seperti Tari Persembahan, Legong Kraton, Tor Tor Martaembos Ulos, dan Citra Kamulyan. Band asal Indonesia, ID Talent Band yang tampil pada hari kedua, berhasil membuat suasana sore di panggung utama menarik bukan saja pengunjung lokal, tetapi juga wisatawan asing yang merapat ke venue Pameran.

"Dalam kegiatan kali ini terdapat 60 peserta pameran produk Indonesia dan 47 peserta pameran produk Kamboja. Kegiatan ini paket komplit, karena selain produk dagang, ada juga peserta dari Cambodia Association of Travel Agents yang terdiri dari 10 industri pariwisata in bound dan out bound agen perjalanan yang menjual dan mempromosikan paket pariwisata Indonesia. Informasi mengenai pendidikan dan beasiswa dari universitas di Indonesia juga bisa ditemukan di booth Indonesia," kata Dubes RI untuk Kamboja, Sudirman Haseng seperti disampaikan dalam rilis pers KBRI Phnom Penh, Selasa (23/7/2019).

"Dalam Pameran ini, kita juga bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI guna mendorong partisipasi UMKM Indonesia untuk eksis memperkenalkan produk-produknya serta berupaya mendapatkan patner bisnis di Kamboja," imbuh Dubes RI.

PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko juga hadir mempromosikan Candi Borobudur yang memiliki hubungan historis dengan Angkor Wat di Siem Reap.

"Thank you Embassy of Indonesia for making such a good event in Siem Reap, so people in Siem Reap can learn about Indonesian products," ujar salah satu pengunjung pameran yang menyampaikan kesannya.

Selama Pameran, ada juga presentasi produk dan games yang diadakan oleh peserta pameran seperti promosi Geliga, cooking demo dengan minyak goreng Tropical oleh Cambodia Chefs Association, dan Indomie Eating Contest. Salah satu peserta Pameran, Mawan Tri Hananto dari Sidobatik, mempromosikan pembuatan Batik Indonesia dengan canting melalui penyelenggaraan Batik Workshop. Menjelang sore ke malam, intensitas dan antusiasme pengunjung semakin bertambah dan tampak memadati venue. Buah Salak segar Indonesia adalah salah satu produk primadona yang selalu disesaki pembeli.

"Alhamdullilah, Pameran berlangsung aman, lancar dan cuaca yang mendukung, KBRI sebetulnya telah menyelenggarakan Pameran Dagang dan Pariwisata selama 12 kali sejak tahun 2006 hingga 2018 dengan mengundang pengusaha/UMKM Indonesia untuk mempromosikan produk-prooduknya di Kamboja, pada tahun 2019 ini kita selenggarakan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan Kamboja, outdoor, guna menjaring khalayak lebih luas di Kamboja," tutur Avi Dewani Sari Harahap, Sekretaris Pertama KBRI Phnom Penh, selaku Koordinator Kegiatan Pameran Bersama Tahun 2019.

Pada tahun 2018, total perdagangan internasional antara Kamboja dan Indonesia mencapai nilai sekitar USD 558,62 juta. Impor Kamboja dari Indonesia dengan nilai USS 525,6 juta meningkat 6,69% dan ekspor ke Indonesia dengan nilai USD $ 33 juta meningkat 15,38%. Produk-produk yang diimpor Kamboja dari Indonesia antara lain meliputi: tembakau, kendaraan, kertas, mesin, produk farmasi, makanan dan minuman. Ekspor Kamboja ke Indonesia antara lain pakaian, aksesoris, alas kaki, karet, produk plastik, barang buatan pabrik lainnya. Pada April, 2019 total perdagangan kedua negara mencapai USD 196 juta, meningkat 10,48% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com