detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 14:13 WIB

Kim Jong-Un Inspeksi Kapal Selam Terbaru Korut, Lokasinya Misterius

Novi Christiastuti - detikNews
Kim Jong-Un Inspeksi Kapal Selam Terbaru Korut, Lokasinya Misterius Kim Jong-Un saat menginspeksi kapal selam terbaru Korut (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Pyongyang - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un menginspeksi kapal selam terbaru milik Korut. Dalam inspeksi ini, Kim Jong-Un secara khusus memfokuskan perhatian pada sistem persenjataan kapal selam tersebut.

Seperti dilansir AFP, Selasa (23/7/2019), kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), menyebut kapal selam terbaru itu akan dikerahkan ke perairan Laut Timur. KCNA tidak menjelaskan lebih lanjut soal spesifikasi maupun lokasi inspeksi ini.

"Pemimpin Tertinggi (Kim Jong-Un) mempelajari secara terperinci soal operasionalnya dan data taktis dan sistem persenjataan tempurnya," sebut KCNA dalam laporannya.


Inspeksi kapal selam ini digelar sepekan setelah Korut melontarkan peringatan terhadap Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) terkait latihan militer gabungan yang akan digelar bulan depan.

Dalam peringatannya, Korut menyebut latihan militer gabungan AS-Korsel 'akan mempengaruhi' usulan perundingan nuklir dengan AS, yang telah disepakati antara Kim Jong-Un dan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan mendadak di Zona Demiliterisasi yang memisahkan dua Korea pada 30 Juni lalu.

Belum ada satupun pertemuan yang digelar antara Korut dan AS sejak pertemuan mendadak itu.

Kim Jong-Un saat menginspeksi kapal selam terbaru KorutKim Jong-Un saat menginspeksi kapal selam terbaru Korut Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP

Diketahui bahwa saat ini sekitar 30 ribu tentara AS ditugaskan di Korsel. Latihan militer tahunan tentara-tentara AS itu digelar secara gabungan dengan puluhan ribu tentara Korsel. Setiap kali latihan gabungan digelar, Korut selalu melontarkan kritikan yang intinya menuding latihan militer itu sebagai latihan untuk menginvasi Korut.

Pekan lalu, Korut mengecam rencana latihan militer gabungan AS-Korsel sebagai 'tekanan terang-terangan' untuk Korut dan 'pelanggaran terhadap semangat' pernyataan gabungan yang ditandatangani Kim Jong-Un dan Trump dalam pertemuan bersejarah di Singapura, tahun lalu.

Kritikan tetap dilontarkan Korut meskipun skala latihan militer gabungan itu dikurangi demi memfasilitasi dialog dengan Korut.


Sementara itu, Trump pada Senin (22/7) waktu setempat menyatakan bahwa ada 'korespondensi yang sangat positif dengan Korea Utara'. "Sekali lagi, tidak ada uji coba nuklir, tidak ada uji coba rudal, tidak ada apapun," ucapnya.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com