detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 12:40 WIB

Serangan Udara Rezim dan Rusia Tewaskan 50 Warga Sipil di Suriah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Serangan Udara Rezim dan Rusia Tewaskan 50 Warga Sipil di Suriah Foto: REUTERS/Ammar Awad
Damaskus - Serangan-serangan udara rezim Suriah dan sekutunya, Rusia dilaporkan telah menewaskan setidaknya 50 warga sipil di Suriah pada Senin (22/7) waktu setempat. Sebagian besar korban tewas berjatuhan di sebuah pasar ramai.

Seperti dilaporkan kantor berita AFP, Selasa (23/7/2019), di kota Maaret al-Numan, provinsi Idlib, tampak orang-orang bersimbah darah diangkat dari pasar oleh warga dan petugas penyelamat, yang menggunakan matras sebagai tandu darurat.

Kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights melaporkan, serangan-serangan udara ke pasar sayuran dan daerah sekitarnya di Maaret al-Numan menewaskan 36 warga sipil dan dua orang tak dikenal. Menurut organisasi yang berbasis di Inggris tersebut, serangan udara itu dilakukan oleh pesawat tempur Rusia. Namun Rusia membantahnya.


"Angkatan Udara Rusia tidak melakukan misi apapun di bagian wilayah Suriah ini," demikian disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah statemen.

Kepala rumah sakit lokal, Radwan Shardub mengungkapkan kengeriannya melihat "jasad-jasad yang hangus terbakar, dan bagian-bagian tubuh". Dia juga mengecam kebisuan internasional atas peristiwa ini.

"Kebisuan internasional yang memalukan ini merupakan kriminalitas tanpa batas," cetusnya.

Sebanyak 12 warga sipil lainnya tewas dalam serangan udara rezim Suriah di bagian lain wilayah Idlib pada Senin (22/7) waktu setempat. Sementara itu, kantor berita Suriah, SANA melaporkan, serangan roket militan dan para pemberontak telah menewaskan 14 warga sipil di provinsi Hama dan Aleppo.

Menurut Observatory, lebih dari 100 orang lainnya luka-luka dalam serangan udara tersebut. Banyak dari para korban luka itu saat ini dalam kondisi kritis. Sejumlah orang juga masih tertimpa puing-puing bangunan.


Wilayah Idlib yang dikuasai para militan, dihuni oleh sekitar tiga juta warga. Wilayah ini seharusnya dilindungi berdasarkan kesepakatan gencatan senjata internasional. Namun wilayah tersebut makin kerap dibombardir oleh rezim Suriah dan sekutunya, Rusia sejak akhir April lalu.

Meningkatnya kekerasan tersebut telah menewaskan lebih dari 690 warga sipil, dan merusak atau menghentikan layanan puluhan fasilitas kesehatan di wilayah tersebut.

Menurut badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 330 ribu orang telah meninggalkan wilayah tersebut dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.


Cuaca Ekstrem di Lebanon Ancam Kesehatan Pengungsi Suriah:

[Gambas:Video 20detik]




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com