detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 11:41 WIB

Polisi AS Dipecat karena Postingan di Facebook Soal Wanita Anggota Kongres

Novi Christiastuti - detikNews
Polisi AS Dipecat karena Postingan di Facebook Soal Wanita Anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez (Alex Wroblewski/Getty Images/AFP)
Louisiana - Seorang polisi di Lousiana, Amerika Serikat (AS), dipecat setelah menyerukan bahwa politikus Partai Demokrat, Alexandria Ocasio-Cortez perlu ditembak. Ocasio-Cortez merupakan salah satu wanita anggota Kongres AS yang diserang Presiden Donald Trump dengan komentar rasis.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (23/7//2019), polisi bernama Charles Rispoli melontarkan seruan itu dalam postingan via akun Facebook miliknya pada Kamis (18/7) waktu setempat. Rispoli diketahui merupakan polisi veteran yang sudah mengabdi selama 14 tahun di Departemen Kepolisian Gretna, Lousiana.

Dalam postingan Facebook-nya, Rispoli menanggapi postingan soal Ocasio-Cortez (AOC) yang diunggah media satir tatersgonnatate.com yang menyebut AOC mengira tentara-tentara AS dibayar terlalu tinggi.

"Dia perlu (diberi) peluru -- dan maksud saya bukan yang biasanya dia sajikan," tulis Rispoli dalam postingan Facebook-nya merujuk pada AOC yang sebelumnya pernah bekerja sebagai pelayan dan bartender di New York City.


Selain Rispoli, seorang polisi lainnya bernama Angela Varisco juga dipecat karena mengklik 'like' pada postingan Rispoli itu. Kepala Kepolisian Gretna, Arthur Lawson, dalam konferensi pers menyatakan bahwa kedua polisi itu diberhentikan setelah dilakukan penyelidikan internal.

"Insiden ini membuat departemen kami merasa malu. Para polisi ini bertindak dengan cara yang tidak profesional, menyinggung tindak kekerasan untuk dilakukan terhadap seorang wanita anggota Kongres AS yang masih menjabat," tegas Lawson dalam pernyataannya.

Lebih lanjut dituturkan Lawson bahwa hasil penyelidikan internal mendapati kedua polisi itu telah melanggar kebijakan media sosial yang diberlakukan Departemen Kepolisian Gretna. Terlebih, lanjut Lawson, kedua polisi itu telah mendapatkan pelatihan soal kebijakan media sosial.

Dinyatakan Lawson bahwa pihaknya akan mempertimbangkan instruksi lebih lanjut untuk para personel kepolisian lainnya.


Dalam konferensi pers, Lawson juga menyebut bahwa Departemen Kepolisian Gretna dibanjiri panggilan telepon dan pesan soal postingan Facebook dari Rispoli itu.

Secara terpisah, Wali Kota Gretna, Wayne Rau, menuturkan kepada New York Times bahwa dirinya 'terkejut' membaca postingan itu. Dia menegaskan postingan Rispoli itu tidak mencerminkan kota Gretna maupun Kepolisian Gretna.

Insiden ini terjadi beberapa hari setelah Trump melontarkan komentar yang dinilai rasis terhadap AOC dan tiga wanita anggota Kongres AS lainnya. Ketiga wanita itu bernama Rashida Tlaib, Ayanna Pressley dan Ilhan Omar.

Keempat wanita itu merupakan anggota House of Representatives (HOR) atau DPR di AS. AOC yang mewakili New York keturunan Puerto Rico, Tlaib yang mewakili Michigan merupakan keturunan Palestina, Pressley yang mewakili Massachusetts merupakan keturunan Afrika-Amerika dan Omar yang mewakili Minnesota merupakan keturunan Somalia. Keempatnya berstatus warga negara AS secara legal, dengan Omar lahir di Somalia dan mengungsi ke AS sejak masih anak-anak.


Keempat wanita itu diketahui kerap mengkritik pemerintahan Trump, khususnya yang terbaru saat mereka mengecam pemerintahan Trump terkait kondisi memprihatinkan di fasilitas penahanan imigran di perbatasan selatan AS

Dalam komentar yang ditujukan untuk empat wanita yang dijuluki 'The Squad' itu, Trump mengisyaratkan mereka tidak mencintai AS dan menyerukan agar mereka 'dipulangkan (ke negara asal) dan membantu memperbaiki tempat-tempat yang rusak total dan dipenuhi kejahatan yang menjadi asal mereka'.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com