detikNews
2019/07/22 13:02:48 WIB

Ini 4 Wanita 'The Squad' Anggota Kongres AS yang Terus Diserang Trump

Novi Christiastuti - detikNews
Halaman 2 dari 2
Ini 4 Wanita The Squad Anggota Kongres AS yang Terus Diserang Trump (kiri ke kanan) Rashida Tlaib, Ayanna Pressley, Ilhan Omar dan Alexandria Ocasio-Cortez (Alex Wroblewski/Getty Images/AFP)

Ayanna Pressley

Pressley mencetak sejarah sebagai anggota kulit hitam pertama yang mewakili Massachussetts di Kongres AS. Tahun lalu, dia mengalahkan kandidat incumbent, Mike Capuano, yang sudah 20 tahun menjabat di Distrik Kongres ke-7 di Boston, Massachusetts, yang pernah menjadi konstituen John F Kennedy.

Nyaris satu dekade lalu, Pressley menjadi wanita kulit hitam pertama yang terpilih menjadi anggota Dewan Kota Boston. Sosoknya telah sejak lama dipandang sebagai rising star dalam perpolitikan Partai Demokrat.

Pressley yang kini berusia 45 tahun pernah bicara secara terang-terangan soal ayahnya yang dipenjara saat dia kecil dan soal kisahnya sebagai korban pemerkosaan. Suatu waktu, dia pernah berkata, "Orang-orang yang paling dekat dengan rasa sakit harus paling dekat dengan kekuasaan."

Ayanna Pressley (baju merah)Ayanna Pressley (baju merah) Foto: Alex Wroblewski/Getty Images/AFP

Awal bulan ini, Pressley bicara soal buruknya kondisi para imigran yang ditahan dan semakin meningkatnya krisis kemanusiaan di perbatasan AS-Meksiko, setelah dia mengunjungi fasilitas perbatasan di Texas bersama para anggota DPR dari Partai Demokrat lainnya.

Menanggapi serangan dari Trump, Pressley hanya mengharapkan agar publik tidak terpancing dan tetap fokus pada isu krisis kemanusiaan yang terjadi di perbatasan. Dia juga menegaskan bahwa dirinya dan para anggota Kongres lainnya tidak bisa dibungkam.

"Skuad kami besar. Skuad kami terdiri dari setiap orang yang berkomitmen dalam membangun dunia yang layak dan adil, dan itulah kinerja yang ingin kami capai dan merujuk pada besarnya skuad ini dan negara yang jebat ini, kami tidak bisa, kami tidak akan dibungkam," tegas Pressley dalam tanggapan pada 15 Juli lalu.


Ilhan Omar

Omar yang berusia 37 tahun mencetak sejarah sebagai anggota keturunan Somalia-Amerika pertama di Kongres AS. Dia bersama Tlaib menjadi dua wanita muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres AS.

Diketahui bahwa Omar tiba di AS sekitar lebih dari dua dekade lalu, sebagai pengungsi dari Somalia. Omar resmi menjadi warga negara AS tahun 2000 saat usianya menginjak 17 tahun. Tahun lalu, Omar memenangkan kursi anggota DPR untuk Distrik Kongres ke-5 di Minnesota.

Omar saat itu mencalonkan diri dengan dukungan Justice Democrats, kelompok progresif yang sama yang mendukung AOC. Omar juga seorang pendukung Medicare for All, pembubaran ICE dan kenaikan upah minimum menjadi US$ 15 per jam.

Ilhan OmarIlhan Omar Foto: Brendan Smialowski/AFP

Dalam Kongres AS, Omar dikenal sebagai pengkritik keras perlakuan Israel terhadap Palestina. Dalam salah satu kicauan Twitter, Omar pernah menyebut pemerintah Israel sebagai 'rezim apartheid Israel'. Awal tahun ini, Omar meminta maaf setelah dikecam karena menyebut dukungan Republikan terhadap Israel didasari oleh donasi dari kelompok lobi terkemuka yang pro-Israel, American Israel Public Affairs Committee (AIPAC).

Pandangan kontroversial Omar soal Iran menjadi kritikan di Capitol Hill. Kepada CNN sebelumnya, Omar menyatakan dirinya tidak terkejut bahwa posisinya menarik perhatian dan menyatakan situasinya cukup 'menyenangkan' bagi dirinya untuk memicu perdebatan.

Soal komentar Trump, Omar menyebutnya sebagai 'serangan rasis terang-terangan terhadap empat anggota terpilih pada DPR AS, yang semuanya adalah wanita kulit berwarna'.

"Ini adalah agenda nasionalis kulit putih, apakah itu terjadi di ruang obrolan atau terjadi di televisi nasional, dan sekarang mencapai taman Gedung Putih," tegasnya.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com