detikNews
Minggu 21 Juli 2019, 01:28 WIB

Ribuan Warga Moskow Kumpul di Alun-alun, Protes Oposisi Tak Bisa Ikut Pemilu

Tsarina Maharani - detikNews
Ribuan Warga Moskow Kumpul di Alun-alun, Protes Oposisi Tak Bisa Ikut Pemilu Foto: Demonstrasi pro-oposisi di alun-alun Moskow/Maxim AFP
Moskow - Lebih dari 20.000 warga memadati alun-alun kota Moskow, Rusia, menuntut pemilu yang bebas dan adil. Mereka memprotes sikap pemerintah setempat yang tidak mengizinkan kandidat oposisi mendaftar dalam pemilu lokal.

Dikutip dari AFP, Minggu (21/7/2019), otoritas setempat menolak politisi independen mendaftarkan diri menjadi peserta pemilu. Diketahui, Moskow menggelar pemilu untuk parlemen ibu kota pada September mendatang.

Salah satu anggota LSM White Counter, Navalny, menyatakan sikap pemerintah berbahaya. Ia mengatakan akan berjuang untuk kandidat yang didukungnya.

"Kami akan tunjukkan kepada mereka bahwa ini adalah permainan yang berbahaya," kata Navalny.


"Kita harus berjuang untuk kandidat kita," imbuh dia.

Navalny mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa yang lebih besar pada minggu depan jika otoritas setempat tidak segera mengambil sikap. Sejumlah politisi yang diketahui akan mendaftarkan diri dalam pemilu adalah Ilya Yashin, Lyubov Sobol, dan Dmitry Gudkov.


Eks anggota parlemen Moskow, Gudkov, yang mendukung sikap demonstran itu mengatakan pemerintah telah mencuri uang dan suara rakyat. Selain itu, dia juga menyebut pemerintah terlah merenggut masa depan rakyat.

"Kita hidup di negara yang penuh kontrol selama 20 tahun," ujar Gudkov.


Kandidat oposisi berjuang mati-matian untuk bisa tercantum di surat suara. Saat ini, mereka berupaya dengan memanfaatkan ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintah Rusia, kemerosotan kepercayaan terhadap Putin, dan kemarahan atas menurunnya taraf hidup serta meningkatnya korupsi.
(tsa/tsa)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com