Pembakar Kyoto Animation Bernama Shinji Aoba, Pernah Dibui Atas Perampokan

Pembakar Kyoto Animation Bernama Shinji Aoba, Pernah Dibui Atas Perampokan

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 19 Jul 2019 17:53 WIB
Gedung yang menjadi studio Kyoto Animation hangus terbakar (JIJI PRESS/AFP)
Gedung yang menjadi studio Kyoto Animation hangus terbakar (JIJI PRESS/AFP)
Tokyo - Pria yang diduga pelaku pembakaran studio Kyoto Animation di Kyoto, Jepang, dilaporkan pernah memiliki catatan kriminal. Otoritas Jepang telah mengungkap identitas pelaku tersebut.

Seperti dilansir NHK, Jumat (19/7/2019), kepolisian setempat dalam pernyataan terbaru menyebut pelaku bernama Shinji Aoba, seorang pria berusia 41 tahun yang merupakan warga kota Saitama, sebelah utara Tokyo. Namun sejumlah sumber investigasi menyebut Aoba pernah tinggal di Prefektur Ibaraki.

Dituturkan sejumlah sumber yang dikutip NHK bahwa Aoba memiliki catatan kriminal sebelumnya. Tahun 2012, ujar sumber tersebut, Aoba pernah diadili atas kasus perampokan sebuah toko serba ada. Dalam kasus itu, Aoba dijatuhi hukuman 3,5 tahun penjara.

Setelah menjalani masa hukumannya, Aoba pernah tinggal di rumah penampungan untuk mantan narapidana, sebelum akhirnya pindah ke sebuah apartemen yang terdaftar sebagai alamatnya terkini.


Sejumlah sumber juga menyebut bahwa kehidupan sehari-hari Aoba bergantung pada bantuan kesejahteraan sosial. Tidak hanya itu, dia juga diketahui dalam perawatan untuk gangguan kesehatan mental yang dideritanya.

Tahun lalu dan tahun 2019, kepolisian setempat pernah mendapat laporan bahwa Aoba ribut dengan tetangganya soal suara berisik.

Usai melakukan pembakaran di gedung studio milik perusahaan produksi animasi Kyoto Animation pada Kamis (18/7), Aoba kini tengah menjalani perawatan medis akibat luka bakar parah yang dideritanya di wajah dan kaki. Dia dirawat di sebuah rumah sakit setempat dengan pengawasan ketat pihak kepolisian. Para penyidik Jepang rencananya baru akan menginterogasi Aoba begitu kondisinya mengalami peningkatan.

Motif di balik aksi pembakaran studio animasi terkenal itu belum diketahui pasti. Kepolisian setempat tengah melakukan penyelidikan menyeluruh atas peristiwa yang menewaskan 33 orang tersebut.


Laporan media-media lokal menyebut pelaku sempat menyebut Kyoto Animation telah mencuri hasil karyanya. Laporan surat kabar Kyoto Shimbun menyebut pelaku mengatakan kepada polisi: "Saya membakar karena mereka mencuri novel-novel saya."

Seorang saksi mata yang melihat langsung momen saat pelaku diamankan polisi, menyebut pelaku sempat marah dan mengeluhkan bahwa sesuatu telah dicuri darinya, mungkin oleh Kyoto Animation. Menurut saksi ini, pelaku juga berteriak menyebut dirinya sebagai korban aksi plagiat.

Sejumlah korban selamat menyebut pelaku sempat berteriak 'Mati kau!' sebelum menuangkan cairan diduga bensin di pintu masuk gedung itu. Pelaku membakar gedung itu pada Kamis (18/7) siang, sekitar pukul 10.30 waktu setempat. Kebanyakan korban merupakan pegawai Kyoto Animation, yang beroperasi sejak tahun 1981 dan diketahui banyak memproduksi animasi berkualitas tinggi. Beberapa di antaranya, serial televisi 'The Melancholy of Haruhi Suzumiya' dan 'K-On!'.

Profesor Ryusuke Hikawa yang mengajar di Meiji University, seperti dilansir NHK, menyebut 'The Melancholy of Harhi Suzumiya' yang awalnya diciptakan tahun 2006 sebagai serial televisi, merupakan salah satu animasi Jepang pertama yang sangat terkenal di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat (AS).




Tonton Video 33 Orang Tewas dalam Kebakaran Studio Kyoto Animation:

[Gambas:Video 20detik]

(nvc/ita)