detikNews
Jumat 19 Juli 2019, 15:42 WIB

Culik dan Penggal Mahasiswi China, Pria AS Dibui Seumur Hidup

Novi Christiastuti - detikNews
Culik dan Penggal Mahasiswi China, Pria AS Dibui Seumur Hidup Brendt Christensen (Macon County Sheriff's Office/Handout via REUTERS)
Chicago - Seorang pria di Amerika Serikat (AS) dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena menculik dan membunuh seorang mahasiswi asal China. Pengadilan AS juga menetapkan tidak akan ada pembebasan bersyarat untuk pria berusia 30 tahun ini.

Seperti dilansir AFP, Jumat (19/7/2019), Brendt Christensen (30) sebelumnya terancam hukuman mati atas dakwaan penculikan yang berujung kematian. Dia diyakini bertanggung jawab atas kematian seorang mahasiswi asal China bernama Zhang Yingying (26).

Dalam sidang putusan yang digelar pada Kamis (18/7) waktu setempat, Chistensen yang sama sekali tidak memberikan pernyataan apapun dalam sidang, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Hakim James Shadid yang membacakan putusan, seperti dilansir Chicago Tribune, menyebut tindakan Chistensen sebagai 'tindak kekerasan yang tidak bisa dipahami' dan menuduhnya 'memenuhi fantasinya yang mementingkan diri sendiri dan egois tanpa mempedulikan orang lain kecuali dirinya sendiri'.


Zhang diketahui merupakan mahasiswi S2 pada University of Illinois Urbana-Champaign. Dia dilaporkan menghilang pada 9 Juni 2017, sekitar dua bulan setelah dia datang dari China untuk belajar soal fotosintesis dan produksi tanaman di universitas tersebut.

Dalam persidangan, jaksa menyebut Christensen menculik Zhang di sebuah halte bus dekat kampusnya, pada Juni 2017. Para penyidik mencurigai Christensen setelah rekaman CCTV di wilayah Urbana, 210 kilometer sebelah selatan kota Chicago, menunjukkan Zhang masuk ke dalam sebuah mobil warna hitam yang belakangan diketahui terkait Christensen.

Dalam argumennya di sidang, jaksa setempat menyebut Christensen membawa Zhang ke apartemennya, di mana Zhang melakukan perlawanan sekuat tenaga saat Christensen memukulinya dengan tongkat bisbol, memperkosa dan menikamnya di leher sebelum memenggalnya.

Jenazah Zhang tidak pernah ditemukan, namun jaksa menyatakan DNA-nya cocok dengan bercak darah yang ada di beberapa titik di dalam kamar Christensen.


Selain dinyatakan bersalah atas dakwaan penculikan yang menyebabkan kematian, Christensen yang pernah menjadi mahasiswa S2 di universitas yang sama ini, juga dinyatakan bersalah atas dua dakwaan berbohong kepada agen federal atau FBI yang menyelidiki kasus ini.

Sebelumnya dalam persidangan, jaksa menyebut Christensen terobsesi dengan para pembunuh berantai, termasuk Ted Bundy, yang membunuh puluhan wanita tahun 1970-an.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com