detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 19:37 WIB

Garda Revolusi Iran Klaim Tahan Kapal Tanker Asing dan 12 Awaknya

Novi Christiastuti - detikNews
Garda Revolusi Iran Klaim Tahan Kapal Tanker Asing dan 12 Awaknya Ilustrasi (REUTERS/Morteza Nikoubazl)
Teheran - Garda Revolusi Iran mengklaim pihaknya menahan 'sebuah kapal tanker asing' beserta awaknya di perairan Selat Hormuz. Kapal tanker ini ditahan Iran karena dicurigai menyelundupkan bahan bakar di kawasan Teluk.

Seperti dilansir AFP, Kamis (18/7/2019), dalam pernyataan via sayap media Sepahnews, Garda Revolusi Iran menyebut kapal tanker itu disita dan ditahan pada Minggu (14/7) lalu di perairan 'sebelah selatan Pulau Larak' yang ada di perairan strategis Selat Hormuz.

Tidak disebutkan lebih lanjut nama kapal juga negara asal kapal tersebut.

"Dengan kapasitas dua juta barel dan 12 awak asing di dalamnya, kapal ini berlayar untuk mengantarkan bahan bakar selundupan yang diterima dari kapal-kapal Iran ke kapal-kapal asing di area yang lebih jauh saat kapal itu dicegat," demikian pernyataan Garda Revolusi Iran.


Asal kewarganegaraan para awak kapal tanker itu juga tidak disebut lebih lanjut.

Pengumuman Garda Revolusi Iran ini disampaikan dua hari setelah Iran menyatakan pihaknya membantu sebuah kapal tanker asing yang memberikan sinyal darurat. Saat itu, Iran belum menyebut bahwa kapal tanker itu ditahan.

"Pasukan Iran mendekati kapal itu dan menggunakan kapal penarik membawanya ke dalam perairan Iran untuk perbaikan yang diperlukan," demikian pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, dua hari lalu.

Secara terpisah, laporan TankerTrackers menyebut sebuah kapal tanker bernama 'Riah' dan berbendera Panama telah berlayar melintasi perairan Iran pada Minggu (14/7) lalu. Kapal tanker ini disebut biasa digunakan 'untuk mengisi bahan bakar kapal-kapal lain' di perairan Selat Hormuz.


Menurut badan pelacakan pengiriman minyak secara online, sistem identifikasi otomatis pada kapal tanker Riah telah berhenti mengirimkan sinyal.

Insiden terbaru ini terjadi saat ketegangan di kawasan Teluk Persia terus meluas. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diketahui membatalkan rencana serangan udara ke Iran pada menit-menit akhir, setelah militer Iran menembak jatuh sebuah drone pengintai milik AS.

Otoritas AS sendiri menyalahkan Iran atas serentetan serangan terhadap kapal-kapal tanker di dekat pantai Uni Emirat Arab, dalam beberapa bulan terakhir. Tuduhan itu berulang kali dibantah oleh Iran.



Simak Video "Setelah 4 Dekade, Perempuan Iran Akhirnya Bisa Nonton Bola di Stadion"
[Gambas:Video 20detik]

(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com