detikNews
Senin 15 Juli 2019, 11:08 WIB

5 Ribu Gubuk Pengungsi Rohingya di Bangladesh Hancur Akibat Longsor

Novi Christiastuti - detikNews
5 Ribu Gubuk Pengungsi Rohingya di Bangladesh Hancur Akibat Longsor Ilustrasi -- Kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh (STR/AFP)
Dhaka - Musim penghujan yang mematikan telah menghancurkan ribuan gubuk yang menjadi tempat tinggal pengungsi Rohingya di kompleks kamp pengungsian di Bangladesh. Sedikitnya 10 orang tewas akibat berbagai insiden yang dipicu hujan deras di kompleks pengungsian tersebut sejak April lalu.

Seperti dilansir AFP, Senin (15/7/2019), Badan Meteorologi Bangladesh menyebut bahwa distrik Cox's Bazar yang menjadi lokasi kamp pengungsi Rohingya, terus dilanda hujan deras dengan curah hujan mencapai 58,5 cm sejak 2 Juli lalu.

Kamp pengungsian di Cox's Bazar diketahui menjadi tempat tinggal bagi nyaris 1 juta pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari operasi militer yang sarat kekerasan di Myanmar. Situasi di kompleks pengungsian itu penuh sesak dan cukup memprihatinkan.

Juru bicara Organisasi Migrasi Internasional (IOM) menyebut bahwa hujan deras berkelanjutan telah memicu bencana longsor di kompleks kamp pengungsi Rohingya. Longsor yang didominasi lumpur itu menerjang gubuk-gubuk para pengungsi Rohingya, yang kebanyakan dibangun di lereng bukit yang rapuh.


Kondisi makin buruk karena kebanyakan gubuk pengungsi Rohingya hanya terbuat dari bambu dan terpal. IOM menyebut sekitar 4.889 gubuk pengungsi Rohingya hancur akibat longsor.

Laporan PBB menyebut lebih dari 200 tanah longsor dilaporkan melanda kompleks tersebut sejak April lalu. Sedikitnya 10 orang tewas akibat bencana alam di area tersebut. Pekan lalu, dua pengungsi Rohingya yang masih anak-anak tewas dan 6 ribu pengungsi lainnya tidak punya tempat berteduh karena hujan deras.

Para pengungsi Rohingya lainnya di Cox's Bazar juga turut terkena dampak karena hujan deras mengganggu penyaluran logistik dan aktivitas sehari-hari mereka.

"Sungguh sulit untuk mendatangi tempat pembagian makanan dengan menyeberangi genangan lumpur. Hujan dan angin kencang membuat hidup kami sengsara," tutur salah satu pengungsi Rohingya, Nurun Jan, kepada AFP.


Secara terpisah, juru bicara Program Pangan Dunia (WFP), Gemma Snowdon, menyatakan pihaknya meningkatkan bantuan ke kamp-kamp pengungsi Rohingya agar mereka bisa bertahan hidup menghadapi musim penghujan.

Tahun lalu, badan pengungsi PBB memindahkan 30 ribu pengungsi Rohingya dari area-area yang berisiko dilanda tanah longsor dan banjir. Hujan deras seringkali memicu banjir dan tanah longsor di distrik-distrik tenggara Bangladesh yang berbukit-bukit. Tahun 2017 lalu, sedikitnya 170 orang tewas akibat banjir dan longsor.

Sekitar 740 ribu pengungsi Rohingya melarikan diri dari operasi militer sarat kekerasan di wilayah Rakhine, Myanmar sejak Agustus 2017. Mereka bergabung dengan 200 ribu warga Rohingya yang lebih dulu mengungsi ke Bangladesh.

Otoritas Bangladesh menyebut bahwa tanah longsor semakin sering terjadi di kawasan itu karena hutan-hutan sekitar digunduli untuk membuka area bagi kamp-kamp pengungsi Rohingya.



Simak Video "Gelombang Kedua Pengungsi Rohingya Tiba di Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]

(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com