detikNews
Kamis 11 Juli 2019, 15:56 WIB

Dituduh Perkosa PRT Indonesia, Politikus Malaysia Bebas dengan Jaminan

Novi Christiastuti - detikNews
Dituduh Perkosa PRT Indonesia, Politikus Malaysia Bebas dengan Jaminan Paul Yong Choo Kiong (MALAY MAIL/Farhan Najib)
Kuala Lumpur - Politikus Malaysia yang diselidiki atas dugaan pemerkosaan terhadap seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia telah dibebaskan setelah membayar jaminan. Plitikus yang merupakan anggota dewan daerah untuk wilayah Perak ini, dilaporkan akan kembali bekerja pada Jumat (12/7) besok.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Kamis (11/7/2019), identitas politikus Malaysia ini telah diungkap. Disebutkan bahwa politikus yang diselidiki ini bernama Paul Yong Choo Kiong. Pada dewan daerah untuk wilayah Perak, Paul Yong menjabat sebagai Ketua Komisi Perumahan dan Pemerintah Daerah.

Diketahui juga bahwa Paul Yong adalah anggota Dewan Eksekutif Perak (Exco) dari Partai Tindakan Demokratik (DAP). DAP diketahui tergabung dalam koalisi pemerintahan Pakatan Harapan, yang kini berkuasa dan dipimpin oleh Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad.

Kepala Kepolisian Perak, Komisaris Razarudin Husain, menyatakan kasus ini tengah diselidiki di bawah pasal 376 Undang-undang Pidana dengan delik pidana pemerkosaan.


Razarudin menyatakan bahwa Paul Yong telah ditangkap pada Selasa (9/7) lalu dan dibebaskan setelah membayar jaminan -- yang tidak disebut jumlahnya -- ke polisi pada Rabu (10/7) waktu setempat. The Star melaporkan bahwa Paul Yong bebas dengan jaminan setelah diperiksa dan diinterogasi oleh polisi.

"Kami menangkap tersangka pada Selasa (9/7) waktu setempat. Dia dibebaskan dengan jaminan setelah keterangannya dicatat dan dokter memeriksanya untuk kepentingan penyelidikan," tutur Razarudin.

Selain mencatat keterangan Paul Yong, polisi juga telah mencatat keterangan korban yang disebut sebagai seorang PRT Indonesia berusia 23 tahun. "Polisi menerima laporan pada Senin (8/7) waktu setempat dari korban yang menyatakan majikannya memperkosa dirinya di dalam rumahnya (si majikan) di Meru Raya," sebut Razarudin dalam pernyataannya.

"Korban dibawa ke sebuah rumah sakit untuk pemeriksaan medis dan kini dia ditempatkan di lokasi aman hingga dokumen penyelidikan diserahkan ke Bukit Aman (markas utama Kepolisian Diraja Malaysia-red) dan kantor Wakil Jaksa Penuntut Umum," imbuhnya.


Lebih lanjut, Razarudin menyatakan tim forensik telah dikerahkan ke lokasi dan mengumpulkan bukti-bukti untuk dianalisis lebih lanjut. Razarudin menambahkan bahwa pernyataan dari sejumlah saksi mata, termasuk anggota keluarga si politikus, juga telah didapatkan polisi.

Secara terpisah, sekretaris pribadi politikus Malaysia ini, Teoh Hui Yng, menyatakan bahwa Paul Yong akan kembali menjalankan aktivitas normal dan mulai bekerja lagi pada Jumat (12/7) besok.

Pengacara Paul Yong, Leong Cheok Keng menyebut kliennya akan tetap menjalankan tugas seperti biasa meski muncul seruan penonaktifkan. Leong yang juga anggota dewan untuk wilayah Malim Nawar ini, menyatakan tak ada alasan bagi kliennya untuk mundur karena semua orang diasumsikan tidak bersalah hingga terbukti sebaliknya.

"Pemerkosaan itu mudah untuk dituduhkan, tapi sulit untuk dibantah. Sebagai seorang pengacara saya melihat pada bukti kuat, alibi dan saksi-saksi," ucap Leong sembari menyebut bahwa kliennya punya alibi kuat dan saat tuduhan pemerkosaan terjadi, ada orang lain di dalam rumah Paul Yong.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed