detikNews
Kamis 11 Juli 2019, 04:10 WIB

Trump Peringatkan Iran soal Sanksi yang Lebih Berat

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Trump Peringatkan Iran soal Sanksi yang Lebih Berat Donald Trump (Foto: AFP Photo/SAUL LOEB)
Washington - Presiden Donald Trump Rabu (10/7) waktu setempat memperingatkan Iran akan ada 'banyak sekali' sanksi, setelah Tehran mengatakan pihaknya telah melampaui batas pengayaan uranium di dalam kesepakatan nuklir Iran tahun 2015 lalu. Amerika sendiri telah menarik diri dari kesepakatan tersebut tahun 2018.

"Iran diam-diam 'memperkaya', total pelanggaran dalam kesepakatan mengerikan itu berjumlah 150 miliar Dolar dibuat oleh John Kerry dan Pemerintahan Obama," tulis Trump di akun Twitter-nya seperti dilansir AFP, Kamis (11/7/2019)

"Ingat, kesepakatan itu akan berakhir dalam beberapa tahun. Sanksi akan segera meningkat, banyak sekali!" kata dia.


Mantan menteri luar negeri Amerika Serikat, John Kerry memelopori diplomasi yang berakhir dengan kesepakatan antara Iran, Amerika dan beberapa negara anggota Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada tahun 2015 lalu.

Kesepakatan itu menjanjikan keringanan sanksi, manfaat ekonomi dan mengakhiri isolasi internasional dengan memberikan batasan ketat pada program nuklir negara Islam.

Tetapi Tehran mengatakan telah habis kesabarannya karena negara-negara Eropa tidak bertindak setelah satu tahun Presiden Trump menarik Amerika dari kesepakatan tersebut, dan menerapkan kembali sanksi berat.

Tehran mengumumkan pada Senin (8/7) bahwa Iran telah melebihi 4.5 persen pengayaan uranium -- di atas batas perjanjian itu, hanya 3,67 % pengayaan uranium-- meski jauh di bawah 90 persen untuk keperluan militer.


Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan pada Mei lalu bahwa Iran akan membatalkan perjanjiannya. Iran memberikan batas waktu 60 hari kepada lima negara lain yang menandatangani kesepakatan nuklir yakni China, Prancis, Jerman, Rusia dan Inggris, untuk melindunginya dari sanksi AS.

Saat ketegangan meningkat, Amerika Serikat mengirim kapal induk, pembom, dan pasukan tambahan ke wilayah Iran untuk melawan ancaman dari Iran.

Namun, akhir bulan lalu Trump membatalkan serangan militer dan pembalasan terhadap Iran setelah republik Islam itu menembak Drone, pesawat tak berawak AS yang katanya telah memasuki wilayah udara Iran. Akan tetapi klaim tersebut dibantah oleh Washington.



Simak Video "AS-Iran Memanas, Trump Kirim 1.500 Tentara ke Timur Tengah"
[Gambas:Video 20detik]

(lir/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com