detikNews
Sabtu 06 Juli 2019, 23:10 WIB

Mahasiswa Australia Ditahan Korut karena Jadi Mata-mata

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Mahasiswa Australia Ditahan Korut karena Jadi Mata-mata Alek Sigley (Foto: AAP Image/Supplied by the Sigley family/via REUTERS)
Pyongyang - Mahasiswa Australia, Alek Sigley yang ditahan di Korea Utara (Korut) telah dibebaskan. Kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA) menyebutkan Sigley ditahan lantaran tertangkap melakukan tindakan mata-mata.

"Investigasi mengungkapkan bahwa atas dorongan NK News dan media anti-DPRK lainnya ia menyerahkan beberapa kali data dan foto yang ia kumpulkan dan analisis sambil menyisir Pyongyang dengan menggunakan kartu identitas seorang siswa asing," kata KCNA seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (6/7/2019).



KCNA mengungkapkan Sigley, yang ditahan di Korea Utara sejak 25 Juni, telah mengakui 'tindakan mata-matanya' dan berulang kali meminta pengampunan.

Seperti diketahui, Sigley merupakan salah satu dari sedikit warga asing yang tinggal dan kuliah di Pyongyang. Dia menghilang sejak 23 Juni lalu sehingga memicu kekhawatiran soal nasibnya.

Selama beberapa hari, keluarga Sigley tidak menerima kabar apapun soal keberadaan maupun kondisinya. Hal ini sempat memicu kekhawatiran bahwa Sigley menjadi warga asing terbaru yang ditangkap otoritas Korut. Ternyata kekhawatiran itu benar adanya.

Sigley sendiri saat ini telah dibebaskan dan telah meninggalkan Korea Utara. Dalam pernyataan terbaru pada Kamis (4/7) waktu setempat, PM Morrison menyatakan kepada anggota parlemen Australia bahwa Sigley keluar dalam keadaan selamat dan sehat.



Dituturkan PM Morrison bahwa Utusan Khusus Swedia, Kent Harstedt, mendatangi langsung Pyongyang untuk membahas soal Sigley dengan otoritas Korut. Untuk diketahui, tanpa adanya hubungan diplomatik langsung dengan Korut, pemerintah Australia bergantung pada pihak ketiga dalam upaya pencarian Sigley. Diketahui bahwa kepentingan Australia di Korut diwakili oleh Kedutaan Besar Swedia.

"Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih mendalam untuk otoritas Swedia atas bantuan tak ternilainya dalam memastikan pembebasan segera Alek," sebut PM Morrison, yang menyebut pembebasan ini sebagai keberhasilan diplomasi 'di balik layar'.

Dalam laporan terpisah, situs berita yang kerap membahas isu Korut, NK News, menyebut Sigley telah tiba di Beijing, China dan akan segera terbang ke Tokyo, Jepang, yang menjadi tempat tinggal istrinya, Yuka Morinaga (26). Laporan NK News itu didasari atas informasi sejumlah sumber yang memahami situasi ini.

Sigley diketahui sedang belajar literatur Korea di Kim Il Sung University, Pyongyang. Dia juga diketahui mengelola sebuah perusahaan yang menawarkan tur-tur wisata di wilayah Korut.

Simak Video "Wow! Begini Penampakan Trem Buatan Korea Utara"
[Gambas:Video 20detik]

(mae/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com