detikNews
Kamis 04 Juli 2019, 19:06 WIB

Petinggi Militer Khawatir Trump Politisasi Peringatan Kemerdekaan AS

Novi Christiastuti - detikNews
Petinggi Militer Khawatir Trump Politisasi Peringatan Kemerdekaan AS Donald Trump (REUTERS/Carlos Barria)
Washington DC - Peringatan kemerdekaan Amerika Serikat (AS) pada 4 Juli waktu setempat akan diwarnai parade tank dan atraksi jet tempur di Washington DC, sesuai dengan permintaan Presiden Donald Trump. Para petinggi militer AS mengkhawatirkan momen ini akan dipolitisasi oleh pihak tertentu, khususnya Trump.

Seperti dilansir CNN, Kamis (4/7/2019), militer AS akan berada di barisan terdepan dan menjadi pusat perhatian dalam peringatan kemerdekaan AS, khususnya parade yang akan digelar Kamis (4/7) siang waktu AS atau Kamis (4/7) tengah malam waktu Jakarta.

Serangkaian persenjataan militer AS termasuk tank-tank M1 Abrams akan ikut serta dalam parade itu. Jet-jet tempur militer AS, khususnya Blue Angels dan Air Force One, akan mengudara saat Trump berpidato di lokasi peringatan di Lincoln Memorial, yang berada di area National Mall, Washington DC.

Peringatan semacam ini dengan melibatkan parade persenjataan militer AS tergolong tidak biasa di AS. Trump juga mendobrak tradisi dengan menyampaikan pidato saat peringatan ini dan memberlakukan tiket masuk untuk area khusus VIP, yang diatur Komisi Nasional Republikan (RNC).

Sejak awal Trump mencetuskan peringatan kemerdekaan 4 Juli dengan parade militer, nuansa-nuansa politik sangat kentara. Terlebih Trump telah meluncurkan kampanyenya untuk pilpres 2020 mendatang.


Dituturkan seorang sumber yang memahami isu ini kepada CNN bahwa para petinggi militer AS khawatir soal politisasi terhadap peringatan 4 Juli ini. Nantinya, para petinggi militer AS akan bisa terlihat jelas karena diminta untuk berdiri di sebelah Trump saat peringatan digelar dan disiarkan televisi setempat.

Jika Trump mengubah perayaan 4 Juli menjadi acara sarat politik, dia sama saja menempatkan para petinggi dan personel militer AS dalam posisi melanggar panduan Departemen Pertahanan AS yang jelas-jelas melarang setiap personel militer berseragam untuk terlibat aktivitas politik.

Dalam perencanaan untuk peringatan 4 Juli dengan parade tank ini, sebut sejumlah sumber, para pimpinan Pentagon atau Departemen Pertahanan AS memiliki syarat khusus terkait pengerahan tank dan kendaraan lapis baja dalam parade di jalanan Washington DC.

"Personel militer tidak bisa berpartisipasi dalam kampanye politik," sebut Jordan Libowitz selaku Direktur Komunikasi pada Citizens for Responsibility and Ethics di Washington DC.

"Ini kemungkinan besar alasan mengapa mereka ragu untuk berpartisipasi, karena panduannya sangat jelas soal apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan. Jika mereka datang untuk berdiri di sebelahnya (Trump) saat pidato politik, dengan memakai seragam, mewakili militer, itu bisa menjadi masalah," imbuhnya.


Kekhawatiran petinggi militer AS ini bertentangan dengan klaim yang dilontarkan Trump pada Selasa (2/7) lalu bahwa 'Pentagon dan para pemimpin besar militer sangat bersemangat' untuk berpartisipasi dalam peringatan 4 Juli.

Kepala Staf Gabungan, Jenderal Joseph Dunford dari Korps Marinir akan hadir. Namun Jenderal Joseph Lengyel yang merupakan Kepala Biro Garda Nasional tidak akan hadir karena tengah ada di luar negeri. Jenderal David Goldfein selaku Kepala Staf Angkatan Udara AS juga tidak hadir karena sedang cuti.

Menurut sejumlah detail yang mencuat, beberapa petinggi militer AS tidak akan hadir dalam acara yang diberi judul 'Salute to America' itu. Beberapa mengirimkan perwakilan untuk menggantikan mereka. Disebutkan seorang pejabat pertahanan AS kepada CNN bahwa Gedung Putih menyediakan 5 ribu tiket untuk Pentagon.

Trump dalam pernyataan terbaru pada Rabu (3/7) waktu setempat menyatakan bahwa peringatan 4 Juli tahun ini akan menjadi 'pertunjukan seumur hidup'.

"Salute to America pada 4 Juli di Lincoln Memorial akan menjadi sangat besar. Itu akan menjadi pertunjukan seumur hidup!" tegas Trump via Twitter.



Simak Video "Trump Batalkan Perjanjian Damai dengan Afghanistan"
[Gambas:Video 20detik]

(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com