detikNews
Kamis 04 Juli 2019, 16:30 WIB

Gagal Mendeteksi Kapal Nelayan Korut, Jenderal Militer Korsel Dipecat

Novi Christiastuti - detikNews
Gagal Mendeteksi Kapal Nelayan Korut, Jenderal Militer Korsel Dipecat Ilustrasi (Dok. REUTERS/Kim Hong-ji)
Seoul - Seorang jenderal militer Korea Selatan (Korsel) dipecat setelah militer negara itu gagal mendeteksi kapal nelayan Korea Utara (Korut). Keamanan perbatasan Korsel dianggap kecolongan karena sebuah kapal nelayan Korut berlayar masuk ke area perbatasan yang diawasi secara intens dan berlabuh tanpa terdeteksi.

Seperti dilansir AFP, Kamis (4/7/2019), militer Korsel gagal mengidentifikasi sebuah kapal kayu berukuran kecil yang membawa empat warga Korut, hingga seorang warga sipil melapor kepada polisi setempat. Kapal nelayan Korut itu tiba di sebuah dermaga yang berjarak 257 kilometer sebelah timur Seoul pada 15 Juni lalu.

Dua warga Korut yang ada di dalam kapal nelayan itu memutuskan membelot ke Korsel, sedangkan dua orang lainnya memilih kembali ke Korut.


Jenderal Lee Jin-Sung dari militer Korut dipecat setelah penyelidikan menemukan fakta bahwa militer gagal mendeteksi kapal Korut itu. Tindakan tegas terhadap Jenderal Lee diumumkan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Korsel, Jeong Kyeong-Doo, dalam konferensi pers terbaru.

"Karena kegagalan dalam operasi keamanan adalah kesalahan serius yang tidak bisa diterima dalam situasi apapun, kami memutuskan untuk memberi tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat," ucap Jeong dalam pernyataannya.

"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf sebagai Menteri Pertahanan. Dalam situasi apapun, kegagalan pengawasan militer tidak bisa diterima," tegasnya.


Pemecatan Jenderal Lee dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Korsel dalam pernyataan terpisah, yang menyebut pemerintah Jepang akan 'mencopot komandan korps militer ke-8' terkait kesalahan tersebut.

Oposisi terbesar Korut, Partai Kebebasan Korea, menuntut dilakukannya penyelidikan parlementer terhadap insiden ini. Oposisi menuduh militer Korsel berupaya menutup-nutupi insiden tersebut. Menhan Jeong telah membantah tuduhan itu.

Pada Rabu (4/7) kemarin, kantor kepresidenan Korsel atau Blue House menyebut Kim You-Geun selaku pejabat senior pada Kantor Keamanan Nasional Korsel menerima 'peringatan keras' dari Presiden Moon Jae-In terkait insiden itu.



Simak Video "Korea Utara Masih Luncurkan Rudal"
[Gambas:Video 20detik]

(nvc/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com