detikNews
Kamis 04 Juli 2019, 12:54 WIB

China dan Inggris Terlibat Perang Kata-kata Soal Hong Kong

Novi Christiastuti - detikNews
China dan Inggris Terlibat Perang Kata-kata Soal Hong Kong Aksi protes terhadap pemerintah Hong Kong terkait RUU ekstradisi masih berlanjut (REUTERS/Jorge Silva/File Photo)
Beijing - Otoritas China dan Inggris terlibat perang kata-kata sengit terkait Hong Kong yang sedang dilanda unjuk rasa antipemerintah. Yang terbaru, otoritas Inggris memanggil Duta Besar (Dubes) China di London untuk memberikan teguran keras terkait komentar China soal kebijakan Inggris terhadap Hong Kong.

Unjuk rasa besar-besaran memprotes rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi yang berlangsung di Hong Kong diwarnai kericuhan saat para demonstran pada Senin (1/7) lalu menyerbu gedung parlemen. Demonstran yang mengacau bahkan mencoret-coret gedung parlemen dengan grafiti berbunyi: "HK is not China".

RUU yang mengatur ekstradisi ke China itu dikhawatirkan akan melemahkan penegakan hukum di Hong Kong dan memperkuat pengaruh China atas wilayah tersebut.

Aksi protes oleh warga Hong Kong itu memancing komentar dari Inggris yang sebelumnya pernah menguasai Hong Kong. Tak terima dengan komentar Inggris, China terlibat perang kata-kata dengan Inggris soal kesepakatan bersejarah di antara kedua pihak terkait penyerahan Hong Kong tahun 1997 silam.


Seperti dilansir AFP, Kamis (4/7/2019), Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt, memimpin kecaman global terhadap cara China menangani Hong Kong yang berstatus 'wilayah administrasi khusus' itu.

Hunt menyerukan kepada Inggris untuk tidak menjadikan unjuk rasa yang digelar warga Hong Kong sebagai 'dalih untuk penindasan'. Dia juga memperingatkan 'konsekuensi serius' jika China melanggar komitmen yang dijanjikannya kepada Inggris sekitar 22 tahun di bawah kesepakatan penyerahan Hong Kong.

Komentar Hunt itu memancing kecaman dari otoritas China. Kecaman pertama datang dari Kementerian Luar Negeri China di Beijing.

"Dia (Hunt-red) tampaknya berfantasi dalam kejayaan memudar kolonialisme Inggris dan dalam kebiasaan buruk menampilkan gestur dramatis saat memandang rendah urusan negara-negara lain," sebut juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, dalam sebuah konferensi pers di Beijing.

"Saya perlu menekankan kembali bahwa Hong Kong sekarang telah kembali ke Tanah Airnya," tegas Geng.


Kecaman lain datang dari Kedutaan Besar China di London yang menyatakan kepada Inggris untuk 'lepas tangan' soal Hong Kong dan 'menunjukkan rasa hormat'. "Saya beritahu mereka: lepas tangan Anda dari Hong Kong dan tunjukkan rasa hormat," ucap Duta Besar China untuk Inggris, Liu Xiaoming, dalam konferensi pers mendadak yang digelarnya di London.

"Pola pikir kolonial masih menghantui pikiran sejumlah pejabat atau politikus," imbuh Liu seperti dikutip media lokal China, CGTN.

Pernyataan Liu itu disampaikan sebelum dia dipanggil ke kantor Kementerian Luar Negeri Inggris untuk menghadiri pertemuan privat dengan Kepala Dinas Diplomatik Inggris, Simon McDonald. Dituturkan seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris kepada AFP bahwa dalam pertemuan itu, Liu diberi teguran soal komentar tanggapan otoritas China terhadap pernyataan Menlu Inggris.

"Bahwa komentar-komentar untuk kebijakan Inggris terhadap Hong Kong oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China tidak bisa diterima dan tidak akurat," sebut juru bicara yang tidak disebut namanya itu.




Tonton video Soal Perdagangan dengan China, Trump: AS Harus Untung:

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Militer China Bersiaga, Pendemo Hong Kong Makin Ramai"
[Gambas:Video 20detik]

(nvc/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com