detikNews
Kamis 04 Juli 2019, 02:41 WIB

Alami Kanker, Polisi AS Responden Pertama Serangan 9/11 Meninggal

Jabbar Ramdhani - detikNews
Alami Kanker, Polisi AS Responden Pertama Serangan 9/11 Meninggal Pensiunan detektif NYPD dan responder pertama tragedi 9/11, Luis Alvarez saat bersaksi di depan Komite Kehakiman (Zach Gibson/Getty Images/AFP)
New York - Luis Alvarez, pensiunan polisi yang menjadi responden pertama ketika terjadi tragedi 9 September 2001 (9/11) meninggal dunia. Pemakaman Alvarez berlangsung emosional bagi publik Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir NBC News, Kamis (4/7/2019), mantan detektif NYPD meninggal di usia 53 tahun. Dia meninggalkan seorang istri dan tiga putra yang berusia 14, 19, dan 29 tahun.

Mantan detektif NYPD telah berjuang melawan kanker kolorektal sejak 2016, kata putranya kepada New York Daily News.


Alvarez sebagai responden pertama setelah terjadi serangan 9/11 menghirup debu bubuk yang mengandung banyak unsur beracun setelah menara runtuh. Beberapa di antaranya adalah semen, asbes, timah, serat gelas, dioksin dan bahan kimia lainnya.

Kanker Alvarez adalah di antara banyak kasus yang terkait dengan akibat serangan 9/11, menurut Program Kesehatan World Trade Center CDC.

Alvarez sempat muncul di hadapan Kongres AS awal bulan ini untuk memohon benefit kesehatan yang konsisten sebagai responden pertama 9/11. Bersama Jon Stewart, Alvarez bersaksi pada 11 Juni di sidang Komite Kehakiman House untuk memastikan dana untuk mengkompensasi korban serangan teroris 9/11 tidak kehabisan uang.

Penghormatan terhadap Luis Alvarez saat akan dibawa ke gereja sebelum dimakamkanPenghormatan terhadap Luis Alvarez saat akan dibawa ke gereja sebelum dimakamkan (Foto: REUTERS/Shannon Stapleton)


Keduanya memanggil anggota parlemen yang gagal menghadiri sidang untuk membahas RUU yang akan memastikan bahwa Dana Kompensasi Korban 11 September dapat membayar benefit kesehatan selama 70 tahun ke depan.

"Anda semua mengatakan Anda tidak akan pernah lupa. Yah, saya di sini untuk memastikan bahwa Anda tidak," kata Alvarez kepada Kongres, kala itu.

Tak lama setelah sidang, Alvarez ditempatkan dalam perawatan rumah sakit. "Tidak ada lagi yang dapat dilakukan dokter untuk melawan kanker," kata Alvarez dalam sebuah posting Facebook pada 19 Juni.


Bahkan di hari-hari terakhirnya, Alvarez terus mendesak anggota parlemen untuk mengotorisasi kembali dana para korban 9/11.

"Itulah tujuan akhir saya, warisan, untuk meloloskan RUU ini sehingga responden pertama memiliki cakupan yang mereka butuhkan," kata Alvarez kepada NBC New York.

"Aku masih bisa bekerja dari samping tempat tidurku, aku masih bisa mengeluarkan kata-kata," tambahnya.



Simak Video "Setelah Tiga Tahun Renovasi, Monumen Washington Kembali Dibuka"
[Gambas:Video 20detik]

(jbr/fai)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com