detikNews
Rabu 03 Juli 2019, 12:04 WIB

Ditangkap Atas Bom Paskah, Kepala Kepolisian Sri Lanka Bisa Didakwa Pembunuhan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Ditangkap Atas Bom Paskah, Kepala Kepolisian Sri Lanka Bisa Didakwa Pembunuhan salah satu gereja Sri Lanka yang rusak akibat serangan bom di Hari Paskah (Foto: Reuters)
Colombo - Kepala kepolisian nasional Sri Lanka beserta mantan Menteri Pertahanan telah ditangkap atas dugaan kegagalan mencegah serangan bom Paskah yang menewaskan 258 orang. Belum dipastikan dakwaan apa yang akan dijeratkan pada kedua pejabat senior itu. Namun Jaksa Agung Dappula de Livera mengatakan bahwa ada cukup bukti untuk mengadili keduanya atas dakwaan pembunuhan dengan ancaman hukuman mati.

De Livera mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (3/7/2019), Inspektur Jenderal Polisi Pujith Jayasundara dan mantan Menteri Pertahanan Hemasiri Fernando telah gagal bertindak meski adanya peringatan mengenai serangan-serangan bom bunuh diri pada Hari Paskah 21 April.

"Kedua pejabat itu harus dibawa ke pengadilan atas kelalaian kriminal mereka untuk mencegah serangan-serangan 21 April," kata de Livera dalam surat kepada pejabat sementara kepala kepolisian Chandana Wickramaratne, sehari sebelum penangkapan Jayasundara dan Fernando pada Selasa (2/7) waktu setempat.


"Kelalaian mereka sama dengan apa yang dikenal di bawah hukum internasional sebagai kejahatan berat terhadap kemanusiaan," tulisnya. Dalam suratnya itu, de Livera juga memerintahkan Wickramaratne untuk mencatat keterangan dari kedua pejabat tersebut dan membawa mereka ke pengadilan tanpa ditunda-tunda.

De Livera menambahkan, ada cukup bukti untuk mengadili keduanya atas dakwaan pembunuhan dengan ancaman hukuman mati. Sedangkan untuk dakwaan yang lebih ringan, yakni kelalaian yang menyebabkan kerusakan properti, keduanya bisa diancam hukuman penjara maksimum 52 tahun.

"Keduanya harus diperlakukan sebagai tersangka kriminal," cetus de Livera.


Sebelumnya, pejabat-pejabat intelijen India mengatakan bahwa mereka telah berbagi informasi mengenai target serangan-serangan bom Paskah -- yang didapat dari seorang militan yang ditahan di India -- namun otoritas Sri Lanka gagal menindaklanjuti ancaman serangan itu dengan serius.

India pertama kali menyampaikan peringatan serangan tersebut kepada Sri Lanka pada 4 April, lebih dari dua pekan sebelum bom Paskah 21 April. Kelompok-kelompok muslim lokal juga pernah menyampaikan kepada kepolisian dan unit-unit intelijen Sri Lanka mengenai kemungkinan serangan oleh ulama radikal Zahran Hashim, yang memimpin serangan-serangan bom bunuh diri pada Hari Paskah itu.


Simak Juga "Media Sosial Diblokir Guna Meredam Gejolak di Sri Lanka":

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Polisi Sri Lanka Rilis Foto Pelaku Bom Paskah"
[Gambas:Video 20detik]

(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com