detikNews
Kamis 27 Juni 2019, 09:54 WIB

Jika Terjadi Perang AS-Iran, Trump: Itu Tak Akan Berlangsung Lama

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jika Terjadi Perang AS-Iran, Trump: Itu Tak Akan Berlangsung Lama Presiden AS Donald Trump (Foto: REUTERS/Joshua Roberts)
Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa dirinya menghindari berperang dengan Iran, namun jika terjadi perang, maka itu tidak akan melibatkan pasukan darat.

Trump menyatakan bahwa perang antara AS dan Iran tak akan berlangsung lama. "Itu tak akan berlangsung sangat lama, saya bisa katakan itu," kata Trump dalam wawancara di Fox News seperti dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (27/6/2019).

"Saya tidak bicara tentang pasukan darat. Saya tidak mengatakan kita akan mengirimkan sejuta tentara," tutur Trump. "Saya cuma mengatakan bahwa jika sesuatu terjadi, itu tak akan berlangsung sangat lama," imbuhnya.

Trump juga membela keputusannya membatalkan serangan militer terhadap Iran di menit-menit akhir, setelah pasukan elite Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menembak jatuh sebuah drone militer AS pekan lalu.


"Saya sangat baik kepada mereka (Iran). Mereka menembak jatuh drone kita. Saya memutuskan untuk tidak membunuh banyak warga Iran," ujar Trump.

"Saya mengenal banyak orang Iran. Saya sangat menyukai orang Iran, dan hal itu juga berperan dalam keputusan Anda. Mereka umat manusia. Mereka warga. Saya tidak ingin membunuh 150 orang," imbuhnya.

Sebelumnya, Trump telah menyetujui untuk melakukan serangan militer ke sejumlah target Iran. Pada Kamis (20/6) malam, antara pukul 19.00 hingga 20.00 waktu AS, personel-personel militer AS di kawasan Teluk melakukan persiapan akhir untuk serangan udara. Dalam hitungan menit sebelum serangan dilancarkan, Trump sekali lagi bertemu dengan tim penasihat dan jajaran pejabat militer AS. Ini menjadi kesempatan terakhir Trump sebagai Presiden AS untuk menyatakan keberatan atas operasi militer itu dan membatalkannya. Momen ini diceritakan Trump dalam wawancara terbaru dengan program NBC 'Meet the Press'.

"Mereka datang sekitar setengah jam sebelumnya. Dan mereka berkata, 'Pak, kami siap. Kami membutuhkan keputusan.' Saya katakan, 'Saya ingin tahu sesuatu sebelum Anda pergi. Berapa banyak orang yang akan tewas, dalam hal ini, warga Iran?'" tutur Trump merujuk pada jajaran pejabat tinggi militer AS.


"Mereka berkata -- datang kembali, mereka berkata, 'Pak, kira-kira 150 (orang tewas).' Dan saya berpikir sejenak dan saya berkata, 'Anda tahu, mereka (Iran-red) menembak jatuh sebuah drone tanpa awak, pesawat, apapun namanya. Dan di sini, kita duduk dengan (membahas) 150 orang tewas.' Saya tidak menyukainya. Saya pikir -- saya pikir itu tidak sepadan," terang Trump soal alasan yang mendasarinya membatalkan rencana serangan itu.

Seorang pejabat senior AS mengatakan bahwa selama proses pengambilan keputusan, Trump sangat terlibat dan sangat serius. Trump, sebut pejabat itu, sangat memahami bahwa militer tidak bisa memprediksi apa respons Iran jika serangan dilancarkan dan tetap menjadi perhatian penting untuk tak memperluas perang.

Jajaran militer AS disebut merasa lega karena Trump tidak mengambil keputusan penting, yakni melancarkan serangan, yang didasari ketidakpastian.



Tonton video Trump Jatuhi Sanksi ke Ayatollah Ali Khamenei:

[Gambas:Video 20detik]


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed