detikNews
Selasa 25 Juni 2019, 18:40 WIB

Ratusan Sekolah di Malaysia Diliburkan Akibat Asap Beracun

Rita Uli Hutapea - detikNews
Ratusan Sekolah di Malaysia Diliburkan Akibat Asap Beracun ilustrasi (Foto: Ari Saputra)
Johor - Puluhan orang jatuh sakit dan ratusan sekolah di Johor, Malaysia diliburkan karena asap beracun yang diyakini berasal dari pabrik kimia.

Ini merupakan insiden serius kedua yang melibatkan gas beracun di distrik Pasir Gudang, negara bagian Johor dalam tiga bulan. Sebelumnya pada Maret lalu, ribuan orang mengalami sesak nafas, sakit dada dan muntah-muntah setelah sekitar 40 ton limbah kimia dibuang secara ilegal di sungai.

Warga setempat awalnya melihat kepulan asap di kawasan industri akhir pekan lalu dan banyak orang, termasuk anak-anak sekolah, mulai muntah-muntah dan mengalami kesulitan bernapas.

Menteri Besar Johor, Sahruddin Jamal mengatakan seperti dikutip kantor berita Malaysia, Bernama dan dilansir AFP, Selasa (25/6/2019), sejauh ini 75 orang telah dibawa ke rumah sakit untuk dirawat.


Otoritas setempat telah memerintahkan penutupan keseluruhan 475 institusi pendidikan di wilayah tersebut, termasuk 111 sekolah negeri, 14 sekolah swasta dan 347 Taman Kanak-kanak (TK). Sekolah-sekolah tersebut diliburkan hingga Kamis (27/6) mendatang.

Insiden terbaru ini diyakini tidak terkait dengan insiden sebelumnya.

Sejauh ini belum jelas apa yang menyebabkan polusi udara terbaru ini. Sahruddin mengatakan, otoritas tengah menyelidiki 30 pabrik kimia di wilayah tersebut.


Perdana Menteri Mahathir Mohamad menegaskan akan menindak mereka yang bertanggung jawab atas insiden ini.

"Sepertinya ada pabrik-pabrik yang tidak terlalu peduli dengan keselamatan," katanya. "Kita harus mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab atas pencemaran dan mengambil tindakan tegas terhadap mereka," imbuhnya.

Sebelumnya pada Maret lalu, sekitar 4.000 orang -- sebagian besar anak-anak -- jatuh sakit karena limbah kimia yang dibuang secara diam-diam di sungai. Otoritas Malaysia kemudian menuntut tiga orang -- dua warga Malaysia dan satu orang Singapura -- terkait kejadian tersebut.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed