detikNews
Senin 24 Juni 2019, 18:54 WIB

Kekacauan Jaringan Kereta Cepat Jepang Ternyata Dipicu Siput Kecil

Novi Christiastuti - detikNews
Kekacauan Jaringan Kereta Cepat Jepang Ternyata Dipicu Siput Kecil Ilustrasi (Thinkstock)
Tokyo - Seekor siput kecil disebut menjadi penyebab kekacauan jaringan kereta cepat Jepang, bulan lalu. Siput kecil ini memicu matinya daya listrik pada sebagian jaringan kereta cepat Jepang yang mengganggu operasional puluhan kereta.

Seperti dilansir CNN, Senin (24/6/2019), laporan yang baru dirilis pekan ini menyebutkan bahwa sekitar 12 ribu penumpang telantar pada 30 Mei lalu, setelah aliran listrik pada jalur yang dioperasikan perusahaan JR Kitakyushu, terputus.

Insiden itu terjadi saat jam-jam puncak aktivitas komuter di Jepang, yakni pukul 09.40 pagi. Akibatnya, operator terpaksa membatalkan total 26 rangkaian kereta cepat.


Jepang dikenal dengan jaringan besar kereta cepat yang efisien, yang menjangkau banyak wilayah negara itu dan mengangkut ribuan penumpang setiap harinya.

Saat dilakukan pemeriksaan lanjutan pada perlengkapan kelistrikan pada jaringan tersebut, para teknisi menemukan seekor siput yang sudah mati. Siput itu disebut berukuran panjang hanya 2-3 cm.

Menurut juru bicara JR Kitakyushu, siput itu hangus terbakar setelah menyentuh salah satu kabel listrik, yang kemudian memicu matinya daya listrik besar-besaran.


Meskipun siput itu ditemukan sejak 30 Mei, atau sesaat usai insiden terjadi, alasan matinya daya listrik tidak diungkap ke publik selama lebih dari sebulan terakhir. Media-media lokal Jepang pertama kali melaporkan soal penyebab tak biasa untuk kekacauan transportasi kereta cepat itu pada 22 Juni lalu.

Juru bicara JR Kyushu menuturkan kepada CNN bahwa siput itu berhasil masuk melalui celah pada kotak daya listrik di jaringan kereta cepat.

"Kami tidak pernah mendengar matinya daya listrik yang disebabkan oleh siput dalam beberapa tahun terakhir. Jika kami mendapati bahwa celah semacam itu saat memeriksa perlengkapan (di masa mendatang), kami akan memperbaikinya," tegas juru bicara itu kepada CNN pada Senin (24/6) waktu setempat.


(nvc/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed