detikNews
Senin 24 Juni 2019, 18:27 WIB

Korban Tewas Gedung Ambruk Jadi 28 Orang, Pejabat Tinggi Kamboja Dipecat

Novi Christiastuti - detikNews
Korban Tewas Gedung Ambruk Jadi 28 Orang, Pejabat Tinggi Kamboja Dipecat Petugas penyelamat cari korban gedung ambruk (REUTERS/Stringer)
Phnom Penh - Korban tewas akibat ambruknya sebuah proyek gedung tujuh lantai di Kamboja bertambah menjadi 28 orang. Perdana Menteri (PM) Hun Sen memecat salah satu pejabat tinggi dari badan penanggulangan bencana karena dianggap gagal bertanggung jawab atas proyek gedung tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Senin (24/6/2019), proyek gedung bertingkat itu ambruk pada Sabtu (22/6) lalu di kota pantai Sihanoukville. Sekitar 24 orang luka-luka dan banyak orang lainnya dikhawatirkan terjebak dalam timbunan reruntuhan gedung.

Para penyidik setempat masih berupaya mencari tahu penyebab ambruknya struktur baja dan beton pada proyek gedung tujuh lantai itu. Struktur bangunan dilaporkan ambruk tanpa peringatan saat Subuh dan menimpa para pekerja konstruksi yang tidur di lokasi proyek.

Awal pekan ini, PM Hun Sen memecat Nhim Vanda yang menjabat sebagai Wakil Direktur Komisi Nasional Penanggulangan Bencana. Pemecatan yang diumumkan via Facebook resmi PM Kamboja ini menyatakan, Nhim Vanda dipecat karena 'kurang bertanggung jawab dan karena berbohong' soal insiden itu.


Belum ada komentar dari Nhim Vanda terkait pemecatan ini.

Sementara itu dalam langkah yang tergolong langka, Gubernur Provinsi Preah Sihanouk, Yun Min, mengajukan pengunduran diri. PM Hun Sen menyatakan dirinya menerima pengunduran diri itu. "Saya meminta maaf atas hilangnya nyawa dan toleransi untuk semua warga, pegawai sipil, anggota Angkatan Bersenjata, di Provinsi Preah Sihanouk, atas kekurangan saya," sebut Yun Min dalam pernyataan pengunduran dirinya.

Pengunduran diri seorang pejabat tinggi karena suatu kesalahan semacam ini tergolong langka di Kamboja.

Wilayah Sihanoukville merupakan lokasi bagi pelabuhan terbesar di Kamboja dan menjadi Zona Ekonomi Khusus China terkait Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road) China. Dalam beberapa tahun terakhir, Sihanoukville menerima banyak investasi dari China, khususnya di sektor kasino, properti dan pariwisata.


Namun muncul pertanyaan soal standar konstruksi dalam proyek-proyek China di wilayah tersebut. Proyek gedung tujuh lantai yang ambruk diketahui dimiliki China.

Otoritas Kamboja menyebut empat orang telah ditahan untuk diinterogasi terkait insiden itu. Secara terpisah, Kedutaan Besar China menyebut tiga orang di antaranya merupakan warga negara mereka.

"Kedutaan mendukung penyelidikan menyeluruh terhadap insiden ini dan mendukung langkah-langkah yang perlu diambil otoritas Kamboja yang kompeten sesuai hukum yang berlaku," demikian pernyataan Kedutaan Besar China.

Sejauh ini, menurut pejabat setempat, sekitar 80 persen reruntuhan gedung yang ambruk telah dibersihkan. Tidak diketahui pasti jumlah orang yang masih hilang.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed