detikNews
Senin 24 Juni 2019, 12:15 WIB

Kalah Lagi Usai Pilkada Ulang di Istanbul, Erdogan Ucapkan Selamat

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kalah Lagi Usai Pilkada Ulang di Istanbul, Erdogan Ucapkan Selamat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: REUTERS)
Istanbul - Partai berkuasa Turki pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan kembali menelan kekalahan setelah hasil pemungutan suara ulang dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Istanbul menunjukkan kandidat oposisi meraup mayoritas suara.

Erdogan pun mengucapkan selamat kepada Ekrem Imamoglu yang terpilih menjadi Wali Kota Istanbul, mengalahkan kandidat dari partainya.

"Saya mengucapkan selamat kepada Ekrem Imamoglu yang memenangkan pemilihan berdasarkan hasil awal," tulis Erdogan dalam postingan di Twitter seperti dilansir dari kantor berita AFP, Senin (24/6/2019).

Binali Yildirim, kandidat partai berkuasa pimpinan Erdogan, juga telah mengakui kekalahannya pada Minggu (23/6) waktu setempat. Pernyataan ini disampaikan Yildirim setelah kantor berita resmi Turki, Anadolu melaporkan hasil awal yang menunjukkan Imamoglu unggul atas Yildirim.


"Menurut hasil hingga saat ini, pesaing saya Ekrem Imamoglu memimpin pemilihan. Saya mengucapkan selamat padanya dan mendoakan semoga sukses," ujar Yildirim.

Imamoglu, calon wali kota Istanbul dari partai oposisi yang sekuler, Partai Republik Rakyat (CHP), tercatat meraih 54% suara ketika hampir seluruh kertas suara dihitung, unggul atas Yildirim yang meraih 45 persen suara. Ini adalah kemenangannya yang kedua, meski kemenangannya pada Maret lalu dibatalkan karena Komisi Pemilu Turki memerintahkan pilkada Istanbul diulang, setelah Partai AK pimpinan Erdogan mengklaim ada "ketidakwajaran dan korupsi" dalam penyelenggaraan pilkada tersebut.

Sebelumnya Erdogan mengatakan bahwa "siapapun yang memenangi Istanbul, berarti memenangi Turki".


Pada pemungutan suara ulang ini, Imamoglu memimpin dengan selisih lebih dari 775.000 suara -- peningkatan besar dibanding kemenangannya pada Maret lalu saat dia mengantongi selisih 13.000 suara.

Pada pilkada pertama Maret lalu, Yildirim tidak mengakui kekalahannya. Partai AK menuding sejumlah suara dicuri dan banyak pengawas kotak suara tidak punya izin resmi. Partai berkuasa itu pun mendesak Komisi Pemilu Turki untuk menggelar pilkada ulang. Sejumlah pihak menyebut ada tekanan dari Erdogan di balik keputusan Komisi Pemilu Turki untuk menggelar pilkada ulang itu.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com