detikNews
Sabtu 22 Juni 2019, 11:50 WIB

Drone-nya Ditembak Jatuh, AS Minta DK PBB Gelar Rapat Bahas Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Drone-nya Ditembak Jatuh, AS Minta DK PBB Gelar Rapat Bahas Iran Ilustrasi -- Drone militer AS Global Hawk RQ-4 (U.S. Air Force/Bobbi Zapka/Handout/Files via REUTERS)
New York - Amerika Serikat (AS) meminta agar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menggelar rapat tertutup untuk membahas Iran dan situasi terkini di kawasan Timur Tengah. Hal ini diajukan AS terhadap DK PBB setelah salah satu drone militernya ditembak jatuh Iran di atas perairan Selat Hormuz.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (22/6/2019), hal ini diungkapkan sejumlah diplomat yang enggan disebut identitasnya. Menurut salah satu diplomat tersebut, rapat terbaru DK PBB akan membahas soal serangan terbaru terhadap kapal-kapal tanker di Teluk dan aksi Iran menembak jatuh drone pengintai militer AS.

Satu diplomat lainnya menuturkan kepada AFP bahwa rapat DK PBB itu akan digelar pada Senin (24/6) sore mendatang.

"Kami akan memberikan penjelasan kepada Dewan (DK PBB) soal perkembangan terbaru terkait Iran dan informasi lebih lanjut dari penyelidikan kami soal insiden kapal tanker," demikian pesan dari misi AS untuk PBB kepada kolega-koleganya di markas PBB.


Pekan lalu, dua kapal tanker diserang saat berlayar di perairan Teluk Oman. AS dan sekutunya, Inggris, terang-terangan menuduh Iran ada di balik serangan itu.

Militer AS bahkan merilis rekaman video yang disebut menunjukkan kapal patroli Iran sedang memindahkan ranjau laut yang tak meledak dari sisi salah satu kapal tanker yang rusak dalam serangan di Teluk Oman pada Kamis (13/6) lalu. Iran telah membantah dengan keras tuduhan-tuduhan itu.

Pekan ini, tepatnya pada Kamis (20/6) lalu, sebuah drone pengintai militer milik AS, Global Hawk, ditembak jatuh oleh rudal darat-ke-udara milik Iran saat mengudara di perairan antara Selat Hormuz dan Teluk Oman. Pentagon menyatakan drone itu terbang di atas perairan internasional saat ditembak jatuh oleh Iran. Namun Korps Garda Revolusi Iran menyatakan drone itu 'melanggar wilayah udara Iran' dengan terbang di atas perairan Provinsi Hormozgan.

Presiden AS Donald Trump pada Jumat (21/6) waktu setempat, mengakui dirinya membatalkan rencana serangan militer ke Iran di menit-menit akhir. Trump menyebut pembatalan diputuskan setelah dirinya menganggap serangan militer bukanlah respons sepadan untuk aksi Iran menembak jatuh sebuah drone tanpa awak.


Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, sebelumnya menyatakan bahwa Iran akan membawa insiden ini ke PBB, untuk membuktikan bahwa drone militer AS memang masuk ke wilayah udara Iran sebelum ditembak jatuh.

Iran bahkan menegaskan pihaknya memiliki bukti 'tak terbantahkan' yang menunjukkan bahwa drone AS telah melanggar wilayah udara Iran. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa sebagian puing drone AS telah dievakuasi dari wilayah perairan Iran.


(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com