Pekerja China Tewas dalam Bentrok di Proyek Pembangkit Listrik Bangladesh

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 19 Jun 2019 18:03 WIB
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Dhaka - Ratusan pekerja asal China dan Bangladesh terlibat bentrokan di lokasi proyek pembangkit listrik yang tengah dibangun di selatan Dhaka, ibu kota Bangladesh. Seorang pekerja China tewas dan belasan pekerja lainnya luka-luka dalam bentrokan tersebut.

Kepolisian Bangladesh menyatakan, insiden berdarah itu dipicu oleh kematian seorang buruh Bangladesh saat bekerja di pembangkit listrik bertegangan 1.320-megawatt yang didanai pemerintah China tersebut.

Warga setempat menuding pihak China berupaya menutup-nutupi insiden tersebut. Sampai akhirnya ratusan pekerja Bangladesh dan China terlibat perkelahian di lokasi proyek -- yang berjarak sekitar 200 kilometer selatan Dhaka -- dan belasan orang luka-luka, termasuk enam buruh China yang dibawa ke rumah sakit.


"Salah satu pekerja China kemudian meninggal di rumah sakit. Dia mengalami luka-luka di kepalanya," kata kepala kepolisian lokal, Monirul Islam seperti dikutip kantor berita AFP, Rabu (19/6/2019). Ditambahkannya, lebih dari 1.000 polisi dikerahkan untuk meredakan situasi.

Sebelumnya pada April 2016, empat orang tewas setelah polisi melepas tembakan ke warga desa yang melakukan aksi protes terhadap pembangunan dua pembangkit listrik yang didanai China di wilayah Bangladesh tenggara.


Pada Oktober tahun tersebut, Presiden China Xi Jinping melakukan kunjungan bersejarah ke Bangladesh dan kedua negara menandatangani perjanjian utang senilai US$ 20 miliar. Investasi China di Bangladesh adalah bagian dari Belt and Road Initiative, program infrastruktur di Asia, Afrika dan Eropa yang dicanangkan oleh Presiden Xi.



Tonton juga video Soal Pajak, Pelaku UMKM Minta Jokowi Tiru Konsep China:

[Gambas:Video 20detik]

(ita/ita)