detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 14:21 WIB

Menlu AS: Trump Tidak Ingin Berperang dengan Iran

Rita Uli Hutapea - detikNews
Menlu AS: Trump Tidak Ingin Berperang dengan Iran Menlu AS Mike Pompeo (Foto: Getty Images/A.Wong)
Washington - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Mike Pompeo kembali menegaskan bahwa Presiden AS Donald Trump tidak ingin berperang dengan Iran, namun AS akan terus mempertahankan upaya-upaya penekanan terhadap negara republik Islam itu.

Kepada para wartawan di Pangkalan Angkatan Udara MacDill di Florida pada Selasa (18/6) waktu setempat, Pompeo mengatakan bahwa Trump tidak ingin konflik dengan Teheran meningkat, namun menuding Iran melakukan agresi dan menyatakan bahwa keberadaan militer AS di wilayah Timur Tengah adalah untuk melindungi kepentingan AS.

"Kita telah terlibat dalam banyak pesan, bahkan saat ini juga di sini, berkomunikasi dengan Iran bahwa kita berada di sana untuk mencegah agresi," kata Pompeo seperti dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (19/6/2019).


"Presiden Trump tidak mencari perang dan kita akan terus mengkomunikasikan pesan itu sambil melakukan hal-hal yang diperlukan untuk melindungi kepentingan Amerika di wilayah tersebut. Itu sebabnya kita melakukan kampanye tekanan yang sekarang telah berlangsung selama satu tahun dan beberapa bulan," imbuh Pompeo.

Pernyataan Pompeo ini disampaikan sehari setelah Departemen Pertahanan AS mengumumkan pengiriman 1.000 tentara tambahan ke Timur Tengah untuk melindungi kepentingan AS di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.


Rusia dan China telah mengkritik keputusan AS tersebut "provokatif" dan menyerukan AS untuk membatalkan pengerahan pasukan.

"Pengerahan itu harusnya meyakinkan pemerintahan Islam Iran bahwa kita serius dan untuk mencegah mereka melakukan agresi lebih jauh di wilayah tersebut," cetus Pompeo.

Pompeo menambahkan bahwa Washington harus memastikan pihaknya "memiliki kemampuan merespons" setiap kemungkinan serangan Iran terhadap kepentingan Amerika.

Belakangan ini, pemerintahan Trump meningkatkan ketegangan dengan Iran yang telah menjadi musuh lama AS dan sekutu-sekutu penting AS, yakni Israel dan Arab Saudi. Ketegangan meningkat setelah Trump secara sepihak memutuskan menarik diri dari perjanjian nuklir Iran yang dikenal dengan nama Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada tahun 2018. Juga setelah Amerika menerapkan sanksi-sanksi baru terhadap Iran dan secara praktis memaksa negara-negara lain turut mengembargo Iran.

(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed