detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 13:42 WIB

Ditawari Rp 126 M oleh Teman Online, Gadis AS Tega Bunuh Teman Baiknya

Novi Christiastuti - detikNews
Ditawari Rp 126 M oleh Teman Online, Gadis AS Tega Bunuh Teman Baiknya Ilustrasi (Thinkstock)
Anchorage - Seorang gadis Amerika Serikat (AS) tega membunuh 'teman baik'-nya setelah ditawari US$ 9 juta (Rp 126,5 miliar) oleh seorang pria yang dikenalnya secara online. Gadis berusia 18 tahun ini didakwa atas konspirasi pembunuhan bersama lima orang lainnya.

Seperti dilansir AFP, Rabu (19/6/2019), gadis bernama Denali Brehmer (18) yang berasal dari Alaska ini direkrut untuk membunuh temannya oleh seorang pria bernama Darin Schilmiller dari Indiana, yang dikenalnya secara online. Schilmiller menawarkan uang US$ 9 juta kepada Brehmer untuk melakukan tindak kriminal itu.

Menurut para penyidik kasus ini, baik Brehmer maupun Schilmiller telah menjalin hubungan asmara secara online sebelumnya. Saat berkenalan dengan Brehmer, Schilmiller menggunakan identitas palsu dan berpura-pura menjadi seorang jutawan bernama 'Tyler'.

Dokumen-dokumen pengadilan menyebut bahwa selama menjalin hubungan asmara, keduanya membahas rencana untuk memperkosa dan membunuh seseorang di Alaska. Schilmiller menjanjikan uang sebesar US$ 9 juta atau lebih jika Brehmer mengirimkan video-video atau foto-foto pembunuhan mengerikan.


Brehmer kemudian merekrut empat temannya dan kelompok itu menetapkan Cynthia Hoffman -- salah satu teman baik Brehmer -- sebagai korban mereka.

Pada 2 Juni lalu, otoritas setempat menyebut Hoffman yang berusia 19 tahun dibujuk pergi ke jalur pendakian di sebelah timur laut Achorage. Di sana, Hoffman diikat dengan lakban lalu ditembak satu kali di belakang kepala sebelum didorong ke sebuah sungai. Jasad Hoffman ditemukan pada 4 Juni waktu setempat.

Laporan media-media lokal menyebut bahwa ayah Hoffman menjelaskan putrinya sebagai anak yang memiliki ketidakmampuan belajar dan pola pikir anak 12 tahun.

Polisi setempat menyebut Hoffman dibawa ke Thunderbird Falls oleh Brehmer dan Jayden McIntosh, remaja laki-laki berusia 16 tahun, dengan dalih akan melakukan pendakian tepi sungai. McIntosh disebut sebagai pelaku yang menembak Hoffman dengan pistol milik Brehmer. Dia juga yang membuang jasad Brehmer ke sungai.

Otoritas setempat menyebut Brehmer terus berkomunikasi dengan Schilmiller sepanjang pembunuhan keji berlangsung. "Dia mengirimkan foto-foto dan video Snapchat yang menunjukkan Hoffman diikat dan jenazahnya setelah dibunuh," sebut otoritas setempat dalam pernyataannya.


Baik Brehmer maupun McIntosh ditangkap dan didakwa atas pembunuhan. Schilmiller sendiri juga ditangkap bersama tiga orang lainnya, yang dituduh membantu perencanaan atau eksekusi pembunuhan.

Dewan juru pada pengadilan setempat, pada Jumat (14/6) lalu, mendakwa seluruh enam terdakwa atas pembunuhan tingkat pertama, konspirasi pembunuhan, dua dakwaan pembunuhan tingkat kedua dan sejumlah dakwaan lainnya.

Schilmiller dan Brehmer juga dijerat dakwaan federal atas pornografi anak dan eksploitasi anak. Polisi menemukan video-video seksual yang melibatkan seorang anak di telepon genggam Brehmer, yang dikirim kepada Schilmiller. Keduanya terancam hukuman penjara seumur hidup atas dakwaan pornografi anak.

Mereka juga terancam hukuman maksimum 99 tahun penjara untuk setiap dakwaan pembunuhan, konspirasi pembunuhan dan membujuk untuk melakukan tindak pembunuhan.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed