detikNews
Selasa 18 Juni 2019, 00:27 WIB

Sadiq Khan: Donald Trump Jadi Model Kaum Rasis Seluruh Dunia

Danu Damarjati - detikNews
Sadiq Khan: Donald Trump Jadi Model Kaum Rasis Seluruh Dunia ilustrasi: Wali Kota London Sadiq Khan dan Presiden AS Donald Trump, ilustrasi. (BBC)
Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerang Wali Kota London Sadiq Khan setelah terjadi peristiwa penusukan dan penembakan yang merenggut korban jiwa di London. Kini Khan menanggapi pernyataan Trump.

Pernyataan tajam Trump tentang Khan dilancarkannya lewat Twitter saat dia membalas cuitan komentator sayap kanan Katie Hopkins. Saat itu, Hopkins menyebut London dengan sebutan 'Londonistan kepunyaan Khan'.

Dilansir BBC, Senin (17/6/2019), pendapat Trump dan Hopkins kemudian disetujui oleh Menteri Negara Urusan Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt. Kandidat pemimpin Partai Konservatif--biasa disebut kaum Tory--itu menyatakan dia '150 persen' setuju dengan Trump.


Khan menilai Trump kini telah tampil sebagai model yang menjadi lambang utama kaum rasis lintas negara. Dia mengistilahkan Trump sebagai 'pria model poster' atau 'poster boy' kaum rasis.

"Itu menjadi perhatian saya tentang Donald Trump--dia kini dilihat sebagai seorang poster boy untuk kaum rasis di seluruh dunia, entah apakah Anda seorang rasis di negara ini, apakah Anda seorang rasis di Hungaria, seorang rasis di Italia, atau seorang rasis di Prancis," kata Khan, berbicara di London Tengah, Senin waktu setempat.

"Ini luar biasa, seorang Presiden AS melantangkan cuitan dari aktivis sayap kanan-jauh, melantangkan cuitan rasis," kata Khan.


Khan mengakui ada empat peristiwa pembunuhan dalam empat hari di London. Dalam lima tahun terakhir, angka kejahatan dengan kekerasan meningkat di seluruh wilayah Inggris, dan kondisi itu tidak bisa dibiarkan. Dia mengkritik pemotongan anggaran urusan keamanan dari pemerintah pusat. Khan lantas membandingkan dengan kondisi di AS.

"Ada banyak pemimpin bagus di Amerika yang menghadapi peningkatan angka kejahatan dengan kekerasan," kata Khan, membandingkan.

Sebelum Khan memberi keterangan tersebut, Menteri Jeremy Hunt menyatakan Trump punya 'gayanya sendiri'. Terlepas dari itu, Hunt mendukung pernyataan Trump.


"Kita mempunyai Wali Kota London yang gagal total untuk mengatasi kejahatan dengan senjata tajam dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk politik ketimbang urusan aktual untuk membuat warga London lebih aman. Saya 150 persen setuju dengan Presiden (Trump)," kata Hunt saat menghadiri acara para pemimpin kelompok konservatif.

Tak semua kaum konservatif sepakat dengan Trump. Salah satu calon pemimpin Partai Konservatif selain Hunt, yakni Sajid Javid, mengatakan Trump seharusnya lebih khawatir terhadap fenomena kekerasan di negaranya sendiri.


"Saya pikir Presiden Trump harus tetap menaruh perhatian untuk kebijakan domestiknya dan saya pikir tak elok bagi seorang pemimpin negara besar untuk terus mencoba mengintervensi kebijakan domestik negara lain. Presiden memang punya hak untuk menaruh perhatian terhadap isu kekerasan yang serius, namun dia seharusnya memperhatikan problem kekerasan serius yang terjadi di negaranya sendiri yang 10 kali lipat lebih tinggi ketimbang yang terjadi di Inggris Raya," tutur Sajid Javid.

Sebelumnya, Trump mencuitkan, "London butuh seorang wali kota baru sesegera mungkin. Khan adalah sebuah bencana--hanya akan menjadi lebih buruk!" Berselang beberapa jam, dia kembali mencuit, "Dia adalah aib nasional yang menghancurkan Kota London!"


Prabowo Sebut Ucapan Hendropriyono soal WNI Keturunan Arab Rasis:

[Gambas:Video 20detik]


(dnu/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed