detikNews
Sabtu 15 Juni 2019, 10:55 WIB

Inggris Salahkan Iran Atas Serangan ke 2 Kapal Minyak di Teluk Oman

Rita Uli Hutapea - detikNews
Inggris Salahkan Iran Atas Serangan ke 2 Kapal Minyak di Teluk Oman Foto: DW (News)
London - Pemerintah Inggris menyalahkan Iran atas serangan terhadap dua kapal tanker minyak di Teluk Oman. Inggris pun menyerukan Iran untuk menghentikan semua bentuk kegiatan destabilisasi.

Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt mengatakan, penilaian independen oleh Inggris telah menyimpulkan bahwa Iran "hampir pasti" bertanggung jawab atas serangan kapal tanker di Teluk Oman.

"Penilaian kami sendiri menuntun kami untuk menyimpulkan bahwa tanggung jawab atas serangan itu hampir pasti terletak pada Iran. Serangan-serangan terbaru ini didasarkan pada pola perilaku Iran yang mendestabilisasi dan menimbulkan bahaya serius bagi kawasan itu," ujar Hunt dalam sebuah statemen seperti dikutip kantor berita AFP, Sabtu (15/6/2019).

Hunt pun menyerukan Iran untuk "menghentikan semua bentuk aktivitas destabilisasi".


Kementerian Luar Negeri Inggris secara khusus menyalahkan Korps Garda Revolusi Islam, kesatuan militer Iran yang besar dan berkuasa, atas serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman.

Pada Kamis (13/6), dua kapal tanker pembawa minyak dilaporkan diserang saat berlayar di perairan Teluk Oman. Salah satu kapal tanker dilaporkan terkena torpedo dan satunya dilanda kebakaran. Salah satu kapal tanker yang terkena serangan di Teluk Oman tersebut bernama Kokuka Courageus yang berlayar dari Saudi menuju Singapura. Perusahaan layanan maritim, Bernhard Schulte Shipmanagement, menyebut kapal itu mengalami kerusakan di bagian lambung kapal yang ada di atas garis air laut, usai 'dugaan serangan'.

Satu kapal tanker lainnya yang diserang adalah Front Altair, yang disebut membawa muatan 75 ton nafta -- sulingan minyak bumi yang mengandung hidrokarbon cair yang mudah terbakar. Nafta atau Naptha biasa digunakan sebagai pelarut dan bahan bakar.


Perusahaan petroleum Taiwan, CPC, menyebut Front Altair 'diduga terkena sebuah torpedo' pada pukul 04.00 GMT. Kapal tanker yang dimiliki perusahaan Norwegia, Frontline, itu berlayar dari Ruwais di Uni Emirat Arab menuju Taiwan. Frontline dalam pernyataannya menyebut kapal itu terbakar di Teluk Oman. Pemerintah Iran telah membantah tuduhan keterlibatan dalam serangan di Teluk Oman tersebut.

Insiden di Teluk Oman itu terjadi setelah bulan lalu, empat kapal tanker minyak -- dua di antaranya milik Saudi -- diserang saat berlayar di dekat Uni Emirat Arab. Otoritas Saudi dan Uni Emirat Arab menyebut serangan terhadap aset minyak itu mengancam suplai minyak global dan keamanan kawasan Timur Tengah.


Inggris Salahkan Iran Atas Serangan ke 2 Kapal Minyak di Teluk Oman

(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed