DetikNews
Selasa 11 Juni 2019, 11:20 WIB

Arab Saudi Tembak Jatuh 2 Drone yang Diluncurkan Houthi dari Yaman

Rita Uli Hutapea - detikNews
Arab Saudi Tembak Jatuh 2 Drone yang Diluncurkan Houthi dari Yaman kelompok pemberontak Houthi di Yaman (Foto: Khaled Abdullah/REUTERS)
Riyadh - Angkatan Udara Arab Saudi menembak jatuh dua drone yang diluncurkan kelompok pemberontak Houthi dari Yaman. Ini terjadi seiring meningkatnya serangan-serangan Houthi terhadap Saudi.

Dalam statemen yang dirilis kantor berita resmi Saudi, Saudi Press Agency (SPA) dan dilansir dari AFP, Selasa (11/6/2019), koalisi Saudi yang memerangi Houthi di Yaman menyatakan, drone-drone tersebut menargetkan Khamis Mushait di selatan Saudi dan tidak menimbulkan korban maupun kerusakan. Sebelumnya, Houthi menyatakan via media mereka, Al-Masirah bahwa mereka telah menargetkan pangkalan udara Raja Khalid, dekat Khamis Mushait.


Serangan-serangan Houthi tersebut dilancarkan seiring koalisi Saudi meningkatkan serangan-serangan udara terhadap posisi-posisi Houthi di provinsi Hajjah, Yaman utara. Kelompok Houthi juga meningkatkan serangan-serangan drone dan rudalnya terhadap Saudi di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, sekutu utama Saudi.

Bulan lalu, Angkatan Udara Saudi menembak jatuh sebuah drone yang dipasangi bom, yang diluncurkan oleh Houthi ke bandara Jizan, dekat perbatasan selatan dengan Yaman. Bandara tersebut digunakan oleh ribuan warga sipil setiap hari, namun koalisi Saudi melaporkan tak ada korban. Koalisi Saudi juga mengingatkan Houthi akan adanya respons tegas atas serangan drone tersebut.


Koalisi negara-negara Teluk yang dipimpin oleh Saudi mulai melakukan intervensi militer di Yaman pada Maret 2015 untuk menghalau pergerakan kelompok Houthi, yang hingga kini masih menguasai Sanaa, ibu kota Yaman. Serangan-serangan udara koalisi Saudi di Yaman juga bertujuan mengembalikan kekuasaan Presiden Abedrabbo Mansour Hadi.

Sejak saat itu, konflik Yaman telah menewaskan ratusan ribu orang, yang kebanyakan warga sipil. Konflik tersebut telah memicu apa yang oleh PBB disebut sebagai krisis kemanusiaan terparah di dunia, dengan 24,1 juta orang -- lebih dari dua pertiga populasi Yaman -- membutuhkan bantuan.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed