detikNews
Senin 10 Juni 2019, 12:53 WIB

Dokter yang Sebut Wanita Layak Diperkosa Pernah Komentari Tsunami Palu

Novi Christiastuti - detikNews
Dokter yang Sebut Wanita Layak Diperkosa Pernah Komentari Tsunami Palu Christopher Kwan Chen Lee yang warga Malaysia ini diketahui kuliah kedokteran di University of Melbourne lalu bekerja di Australia (hardwarezone via The Guardian)
Melbourne - Seorang dokter asal Malaysia (sebelumnya disebut asal Singapura), Dr Christopher Kwan Chen Lee, yang bekerja di Melbourne, Australia diketahui sering memposting komentar online yang sangat ofensif, khususnya untuk kaum wanita. Awal bulan ini, Badan Medis Australia menskorsing dokter muda itu karena komentar berbunyi 'wanita layak diperkosa'.

Eastern Health, tempat Lee bekerja di Australia, telah memintanya mundur dari posisinya sebagai dokter darurat di Rumah Sakit Box Hill di Victoria. Sedangkan Badan Medis Australia -- semacam pengawas praktis medis di Australia -- menjatuhkan sanksi skorsing untuk batas waktu yang tak ditentukan, terhadap Lee pada Jumat (7/6) lalu.

Diketahui bahwa sebelumnya, Lee yang pernah bekerja di Tasmania ini telah dijatuhi sanksi skorsing selama enam pekan pada April lalu. Sanksi itu dijatuhkan oleh pengadilan praktisi medis Tasmania setelah Lee mengakui telah memposting online serangkaian komentar bernada seksis dan rasis. Salah satu komentar Lee yang dipersoalkan, berbunyi 'beberapa wanita layak untuk diperkosa'.

Sanksi ini dijatuhkan lebih dari dua tahun setelah laporan pertama soal Lee diajukan pada Desember 2016. Sanksi skorsing oleh otoritas Tasmania itu seharusnya berakhir pada 11 Juni mendatang. Namun skorsing terhadap Lee diperpanjang setelah putusan Badan Medis Australia dijatuhkan pekan lalu.


Seperti dilansir media Inggris, The Guardian, Senin (10/6/2019), media lokal Australia, Guardian Australia, diketahui telah mengungkapkan komentar-komentar ofensif Lee (31) jauh sebelum dia dijatuhi sanksi skorsing. Laporan Guardian Australia menyebut Lee juga menyebarkan foto-foto mayat, video kecelakaan maut dan foto istrinya sendiri yang tergolong vulgar secara seksual.

Lee diketahui merupakan anggota forum online Singapura bernama HardwareZone, yang dimiliki oleh Singapore Press Holdings.

Guardian Australia juga melaporkan bahwa Lee menyebarkan catatan medis pasien-pasiennya, termasuk hasil rontgen seorang anak perempuan berusia 4 tahun yang menderita pneumonia dan hasil rontgen seorang pasien yang mengalami patah tulang lengan. Laporan-laporan itu membuat otoritas Australia menyelidiki kembali Lee yang kemudian berujung sanksi skorsing terbaru.

Masih menurut The Guardian, Lee diketahui pernah memposting komentar kontroversial usai tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia, pada September 2018. "Jangan repot-repot membantu negara yang tidak tahu berterima kasih itu," tulis Lee saat itu dalam sebuah forum online.


Dalam postingan terpisah pada forum online tersebut, Lee menulis komentar berbunyi: "Wanita Singapura adalah beberapa wanita yang paling materialistis, manja dan merasa paling benar yang akan Anda temui di mana saja."

Pada postingan lainnya, Lee menggambarkan wanita China sebagai 'binatang yang kejam, penuh perhitungan'.

Disebutkan juga oleh The Guardian bahwa Lee pernah membalas dendam kepada seorang wanita yang mengkritiknya secara online, dengan mengunggah foto-foto vulgar wanita itu di internet hingga memaksa wanita itu menutup akun online-nya. Dia bahkan menulis komentar berbunyi 'satu legiun orang-orang mesum' akan mengamati fotonya, usai memposting foto vulgar itu. "Saya menang," tulis Lee saat itu.

Dalam sebuah postingan yang merujuk pada seorang wanita lainnya, Lee menulis komentar berbunyi: "Tolong bedakan. Jenis ini TIDAK PERNAH belajar. Dia (wanita itu) perlu ditinggalkan di India dan diperkosa berkali-kali agar menyadari gagasannya."


Demi membuktikan bahwa dirinya merupakan seorang dokter, Lee bahkan memposting foto paspor dan ijazahnya secara online. Ketika orang-orang mengkritik dirinya, Lee menjawab: "Otoritas Malaysia dan Australia tidak bisa menyentuh saya untuk hal-hal yang saya katakan di sebuah forum Singapura."


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed