detikNews
Jumat 31 Mei 2019, 12:28 WIB

Utusan Khusus Korut untuk AS Dieksekusi Mati Usai Gagalnya KTT Kim-Trump

Rita Uli Hutapea - detikNews
Utusan Khusus Korut untuk AS Dieksekusi Mati Usai Gagalnya KTT Kim-Trump Foto: Internet
Seoul - Otoritas Korea Utara (Korut) dilaporkan mengeksekusi mati utusan khususnya untuk Amerika Serikat menyusul kegagalan KTT kedua antara pemimpin Korut, Kim Jong-Un dan Presiden AS Donald Trump di Hanoi, Vietnam.

Surat kabar Korea Selatan (Korsel), Chosun Ilbo melaporkan eksekusi tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (31/5/2019).

Chosun Ilbo memberitakan, Kim Hyok Chol yang melakukan persiapan tingkat kerja untuk KTT Trump-Kim di Hanoi pada Februari lalu dan menemani Kim di kereta khususnya, dieksekusi mati oleh skuad penembak karena "mengkhianati pemimpin tertinggi".


"Kim Hyok Chol dieksekusi pada Maret di Bandara Mirim beserta empat pejabat senior Kementerian Luar Negeri menyusul sebuah penyelidikan," demikian diberitakan surat kabar Korsel tersebut mengutip sebuah sumber. Tidak disebutkan identitas empat pejabat lainnya yang dieksekusi tersebut.

Kementerian Unifikasi Korsel yang menangani hubungan antar-Korea menolak berkomentar mengenai laporan tersebut. Menurut Chosun Ilbo, penterjemah Kim, Shin Hye Yong juga dikirimkan ke sebuah kamp penjara karena kesalahan saat KTT di Hanoi. Perempuan itu disebut membuat kesalahan interpretasi proposal baru Kim ketika Trump menyatakan "tak ada kesepakatan" dan meninggalkan perundingan.

Sebelumnya, Kim dan Trump meninggalkan KTT Hanoi tanpa kesepakatan setelah mereka gagal mencapai kesepakatan mengenai penghentian program nuklir Korut dengan imbalan pencabutan sanksi-sanksi.

Menurut Chosun Ilbo ini adalah eksekusi pertama sejak eksekusi mati Jang Song-thaek, paman sekaligus mentor Kim pada Desember 2013. Menurut Chosun Ilbo, Kim tengah melakukan pembersihan pejabat senior lainnya dalam upaya untuk mengalihkan perhatian dari kekacauan internal dan ketidakpuasan.


Sebelumnya, Kim telah melakukan beberapa pembersihan besar sejak menjadi pemimpin pada akhir 2011 setelah kematian ayahnya, Kim Jong-il. Pada tahun 2016, Kim memerintahkan eksekusi Ri Yong-jin, pejabat senior di Kementerian Pendidikan, karena tertidur dalam pertemuan yang dipimpinnya.

Setahun sebelumnya, Hyon Yong-chol, seorang mantan kepala pertahanan Korut, juga dilaporkan dieksekusi dengan senjata anti-pesawat, karena perilaku tidak sopan termasuk tidur siang selama rapat militer yang dihadiri Kim.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed