DetikNews
Sabtu 25 Mei 2019, 15:11 WIB

Hakim di AS Dinonaktifkan karena Kritik Trump Lewat Facebook

Novi Christiastuti - detikNews
Hakim di AS Dinonaktifkan karena Kritik Trump Lewat Facebook Donald Trump (Reuters)
Utah - Seorang hakim di Amerika Serikat (AS) dinonaktifkan selama enam bulan gara-gara komentar yang merendahkan Presiden Donald Trump. Sang hakim mengkritik Trump tidak punya kemampuan memimpin dan tidak berkompeten secara politik.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (25/5/2019), hakim Michael Kwan dari wilayah Utah dijatuhi sanksi nonaktif, awal pekan ini, oleh Pengadilan Tinggi setempat karena perilakunya dianggap melanggar kode etik kehakiman dan menodai reputasi kehakiman.

"Perilaku hakim Kwan merendahkan reputasinya sebagai yuris (pakar hukum) yang tidak memihak, independen, bermartabat dan berbudi yang tidak mengambil keuntungan dari jabatan yang diembannya," demikian putusan Pengadilan Tinggi Utah terhadap hakim Kwan.

Kritikan hakim Kwan untuk Trump itu diposting ke Facebook dan LinkedIn. Pengadilan menyebut postingan hakim Kwan itu 'sarat dengan kritikan kasar, beberapa tidak sopan'.


Dalam salah satu postingan tertanggal 20 Januari 2017, saat Trump dilantik menjadi Presiden AS, hakim Kwan menulis postingan berbunyi: "Selama datang dalam pemerintahan. Akankah Anda menolak untuk berubah dan menghabiskan masa empat tahun ke depan membahayakan reputasi dan posisi negara kita di dunia? ... Akankah Anda terus menunjukkan ketidakmampuan Anda untuk memerintah dan inkompetensi politik?"

Dalam postingan lain yang diunggah satu bulan kemudian, hakim Kwan menulis: "Selamat datang ke awal pengambilalihan fasis."

Kritikan terhadap Trump dilontarkan hakim Kwan terhadap seorang terdakwa dalam sebuah persidangan. Saat bertengkar dengan terdakwa tersebut, hakim Kwan mengkritik kebijakan imigrasi dan pajak Trump. Awalnya si terdakwa memberitahu hakim Kwan bahwa dirinya berencana untuk membayar hukuman denda yang dijatuhkan pengadilan, setelah dia mendapat tax return.

"Anda sadar bahwa kita punya presiden baru, dan Anda pikir kita mendapatkan uang kita kembali? Doa mungkin menjadi jawabannya," ucap hakim Kwan kepada terdakwa tersebut.


"Karena, dia baru saja menandatangani perintah untuk mulai membangun tembok (perbatasan) dan dia tidak punya uang untuk itu, dan jika Anda berpikir Anda akan mendapatkan uang pajak kembali tahun ini, yeah, mungkin, mungkin tidak," imbuhnya.

Hakim Kwan diketahui telah menjadi hakim di kota Taylorsville, Utah selama dua dekade terakhir. Dia memiliki riwayat perilaku buruk terkait komentar-komentar bernada politis dan punya masalah dengan temperamennya.

Kwan telah mengakui bahwa perilakunya itu tidak pantas dan tidak sesuai dengan pekerjaannya sebagai hakim. Namun dia menyebut komentar-komentar bernada politis yang dilontarkannya di persidangan hanyalah sekedar lelucon belaka.


(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed