DetikNews
Sabtu 25 Mei 2019, 12:32 WIB

Bersitegang dengan Iran, AS Kerahkan 1.500 Tentara Tambahan ke Timteng

Novi Christiastuti - detikNews
Bersitegang dengan Iran, AS Kerahkan 1.500 Tentara Tambahan ke Timteng Donald Trump (REUTERS/Jonathan Ernst)
Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pengerahan tentara tambahan ke kawasan Timur Tengah (Timteng). Sedikitnya ada 1.500 tentara AS tambahan yang akan dikerahkan di tengah memanasnya ketegangan dengan Iran.

"Kita ingin memiliki perlindungan di Timur Tengah," tegas Trump kepada wartawan setempat saat bersiap terbang ke Jepang, seperti dilansir AFP, Sabtu (25/5/2019).

"Kita akan mengirimkan sejumlah kecil tentara, kebanyakan bersifat melindungi. Jumlahnya sekitar 1.500 personel," imbuhnya.


Pengerahan itu juga termasuk pengerahan pesawat pengintai, sejumlah jet tempur, para teknisi dan memperluas kehadiran batalion pertahanan rudal Patriot yang beranggotakan 600 personel.

"Ini merupakan respons yang bijaksana untuk ancaman kredibel dari Iran," sebut Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pertahanan AS, Patrick Shanahan.

Sejumlah pejabat Pentagon atau Departemen Pertahanan AS menyebut pengerahan 1.500 tentara tambahan ini berkaitan dengan insiden terbaru di kawasan Timur Tengah, yang oleh intelijen AS dikaitkan dengan kepemimpinan Iran.


Insiden yang dimaksud termasuk serangan roket ke Zona Hijau di Baghdad, Irak, kemudian ledakan yang mengenai empat kapal tanker di Fujairah dekat pintu masuk ke kawasan Teluk Arab, serta serangan drone pemberontak Houthi terhadap instalasi minyak Arab Saudi.

"Kami menganggap ini sebagai sebuah operasi," sebut Direktur Kepala Staf Gabungan Pentagon, Laksamana Muda Michael Gilday.

Gilday menekankan, pengerahan militer AS secara besar-besaran, termasuk pengerahan satuan kapal induk dan pengebom B-52, di kawasan Timur Tengah beberapa waktu terakhir merupakan langkah defensif dan dimaksudkan untuk merespons ancaman Iran.

"Kami berpikir bahwa melalui kombinasi pengerahan aset-aset yang sangat terukur juga melalui pesan-pesan publik, kita kembali berusaha untuk menekankan bahwa kita tidak berupaya mencari perang dengan Iran," katanya.


(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed