detikNews
Sabtu 25 Mei 2019, 04:00 WIB

Round-Up

Washington vs Teheran Kian Mencemaskan

Tim detikcom - detikNews
Washington vs Teheran Kian Mencemaskan Foto ilustrasi: Bendera AS dan Iran (Getty Images/AFP)
Jakarta - Bayangan horor peperangan datang dari tanah Persia. Sang Negara Adidaya Paman Sam menunjukkan taringnya di Teluk Arab. Iran yang dicurigai mengembangkan senjata nuklir ternyata tak takut.

Tak ada yang ingin perang, apalagi perang nuklir. Perdamaian jadi dambaan tiap anak manusia. Namun ternyata, jajak pendapat terbaru yang dilakukan kantor berita Reuters dan lembaga penelitian Ipsos menunjukkan 51 persen responden percaya Amerika Serikat (AS) dan Iran akan berperang dalam beberapa tahun mendatang.

Survei itu diberitakan oleh DW, Rabu (22/5/2019). Tahun yang lalu, angka ini hanya 43 persen. Hampir setengah warga AS - 49 persen - menyatakan tidak setuju tentang bagaimana Presiden Donald Trump menangani hubungan dengan Iran.




Sebagaimana diketahui, isu hubungan AS dan Iran yang memanas ini diawali dari perkembangan suasana di Teluk Arab. AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump mengerahkan kapal induk dan sejumlah pesawat pengebom B-52 ke kawasan Teluk Arab. Pengerahan itu disebut AS sebagai upaya menangkal 'ancaman' Iran.


Washington vs Teheran Kian MencemaskanB-52, pesawat pembom milik AS (Master Sgt Greg Steele/US Air Force)


Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon pada Kamis (23/5/2019) waktu setempat akan menyampaikan rencana ke Gedung Putih untuk mengirimkan hingga 10 ribu tentara ke Timur Tengah. Ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan pertahanan terhadap kemungkinan ancaman Iran.

Pejabat-pejabat AS mengatakan bahwa keputusan final mengenai pengerahan pasukan tersebut belum dibuat. Namun meningkatnya kesiapan Iran di pantai dan lautan terus diamati AS.




"Ada status kesiagaan yang sangat tinggi di sepanjang pantai," kata pejabat tersebut seperti dilansir dari CNN, Kamis (23/5/2019). Pejabat AS tersebut menolak berbicara lebih spesifik namun dikatakannya, "platform apapun yang mereka punya, mereka telah menyiapkannya."



Bagaimana sikap Iran? Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan bahwa negaranya tidak akan menyerah meskipun dibombardir dan rakyatnya tewas, terluka dan ditangkap.

"Iran tidak akan menyerah [mengejar] tujuan mempertahankan kemerdekaan dan martabatnya bahkan jika dibombardir dan orang-orangnya menjadi martir, terluka, dan ditangkap," kata Rouhani dalam pidatonya di depan para veteran perang di Teheran, seperti dilansir dari kantor berita AFP, Jumat (24/5/2019).




Rouhani menekankan bahwa selama perang Iran dengan mantan diktator Irak Saddam Hussein pada 1980-an, Republik Islam itu berada di bawah tekanan serangan militer dan pendudukan wilayahnya, tetapi sekarang situasinya lebih kompleks.

Washington vs Teheran Kian MencemaskanFoto ilustrasi: Orang-orang Iran (BBC World)


"Saya secara eksplisit menyatakan bahwa bangsa Iran akan mengalahkan AS, rezim Israel, dan kaum reaksioner regional lewat perlawanan dan persatuan," kata Presiden Iran itu.

Washington dan Teheran sudah semakin tegang, tapi Teheran sudah terlatih untuk tegang. Negara sisa kerajaan Persia ini sudah ahli betul menghadapi yang tegang-tegang. Sampai kapan ketegangan yang mencemaskan ini berganti dengan kelegaan perdamaian?
(dnu/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed