DetikNews
Jumat 24 Mei 2019, 16:22 WIB

Saat Anak-anak SD Amerika Serikat Nyanyikan Lagu 'Sayang Semuanya'

Rita Uli Hutapea - detikNews
Saat Anak-anak SD Amerika Serikat Nyanyikan Lagu Sayang Semuanya Foto: KBRI Washington
Washington - Lagu "Sayang Semuanya" ciptaan Pak Kasur merupakan salah satu lagu anak yang populer didendangkan oleh anak-anak Indonesia. Namun, jauh dari kesan biasa, lagu tersebut menjadi sangat spesial ketika dibawakan dengan sangat fasih dan semangat oleh anak-anak kelas 5 Sekolah Dasar (SD) J.C. Nalle, Washington, District of Columbia (DC) dalam kegiatan bertajuk Capstone Presentation.

Anak-anak yang telah belajar budaya dan bahasa Indonesia selama 6 pertemuan dalam kurun 5 bulan dalam program Embassy Adoption Program (EAP) 2019 tersebut, juga mempersembahkan lakon pendek dan lucu cerita rakyat Senggutru, menari Poco-Poco dan mencicipi makanan khas Indonesia.

Tidak kalah dengan nyanyian "Sayang Semuanya", pertunjukan lakon pendek dan lucu cerita rakyat Senggutru dikemas dan dibawakan dengan sangat baik dan penuh penghayatan. Begitu juga dengan penampilan tari Poco-Poco. Meskipun hanya belajar dalam waktu yang terbilang cukup singkat, anak-anak tersebut dapat dengan luwes dan serempak memukau hadirin.

Mewakili Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (AS), Wakil Duta Besar RI di Washington, DC, Iwan Freddy Hari Susanto menyoroti pentingnya program EAP tersebut.

"Program ini memiliki banyak makna dan tujuan bagi Indonesia. Salah satu yang paling besar adalah kami sangat percaya bahwa ini merupakan media investasi jangka panjang yang sangat efektif untuk dapat membangun saling pengertian, saling hormat, dan saling percaya antar kedua bangsa yang besar dan beragam ini, sejak usia dini," ujarnya dalam sambutan pembukaan seperti disampaikan dalam rilis pers KBRI Washington, Jumat (24/5/2019).

Foto: KBRI Washington

Ungkapan senada juga disampaikan oleh Elizabeth Bickerstaff, guru para siswa tersebut. "Ada motivasi yang besar dari para siswa untuk mempelajari Indonesia. Selain unik, makna dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budayanya juga menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan, untuk acara ini, mereka secara khusus dan semangat berlatih atas dorongan sendiri. Sesuatu yang jarang terjadi sebelumnya. Mengagumkan," tuturnya.

"Anak-anak juga sangat senang bisa masuk ke Gedung KBRI yang sangat indah ini dan bertemu para diplomat Indonesia," kata Elizabeth. "Mereka merasa bagaikan masuk ke White House," imbuhnya.

Mengakhiri acara tersebut, para siswa diberikan kesempatan untuk menjajal makanan khas Indonesia antara lain Tempe Bacem dan Soto Ayam.

"Makanan Indonesia adalah salah satu yang paling enak di dunia. Terutama Tempe Bacem. Bahkan saya sudah 2 kali nambah," ujar Trevor, salah satu siswa.

Senada dengan Trevor, siswa bernama Zamari juga menyampaikan pujiannya. "Saya sudah makan 5 potong Tempe Bacem. Rasanya sangat unik, enak, dan familiar dengan lidah saya. Mungkin saya akan bungkus beberapa untuk Ibu saya di rumah. Dia pasti akan sangat suka," katanya sambil tertawa.

Dibentuk pada 1974, EAP merupakan sebuah program tahunan peningkatan hubungan antar masyarakat yang diselenggarakan oleh Washington Performing Arts dan District of Columbia Public School (DCPS) bekerja sama dengan Perwakilan Asing di wilayah DC, yang ditujukan untuk memperkenalkan multikulturalisme kepada para siswa kelas 5 SD. Program ini selalu diikuti oleh KBRI Washington DC, dengan mengadopsi satu kelas dari sekolah-sekolah yang berbeda setiap tahun.
(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed