detikNews
Rabu 22 Mei 2019, 07:52 WIB

Round-Up

Anomali Sikap Trump ke Iran

Tim detikcom - detikNews
Anomali Sikap Trump ke Iran Presiden AS Donald Trump-Foto: REUTERS/Leah Millis
Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kini seolah 'melunak' terhadap Iran. Padahal, sebelumnya Trump sempat mengeluarkan ancaman keras kepada Iran.

Dirangkum detikcom, Rabu (22/5/2019), Trump sempat memperingatkan bahwa Iran akan dihancurkan jika menyerang kepentingan-kepentingan AS. Peringatan itu menimbulkan ketegangan di antara kedua negara.

"Jika Iran ingin bertempur, maka itu akan menjadi akhir resmi dari Iran. Jangan pernah lagi mengancam Amerika Serikat," tegas Trump dalam pernyataan via akun Twitter resminya, seperti dilansir AFP, Senin (20/5).

Ketegangan antara AS dan Iran semakin meningkat setelah AS mengerahkan kapal induk dan sejumlah pesawat pengebom B-52 ke kawasan Teluk Arab. Pengerahan itu disebut AS sebagai upaya menangkal 'ancaman' Iran. Klaim ini menuai skeptisisme di luar AS.


Cuitan itu tampaknya menjadi salah satu ancaman Trump yang paling terbuka terhadap Iran sejak ia menjabat sebagai presiden AS. Selama sebulan terakhir, AS telah mengambil posisi yang semakin agresif terhadap Teheran.

Namun Iran meremehkan ancaman konflik terbuka dengan AS. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan pada hari Sabtu (18/05) bahwa Teheran tidak mencari masalah dengan AS atau sekutu regionalnya.

"Kami yakin," kata Zarif. "Tidak akan ada perang karena kami tidak ingin perang, juga tidak ada yang memiliki ilusi bahwa mereka dapat menghadapi Iran di wilayah (Timur Tengah)."


Namun, seorang komandan organisasi paramiliter elit Iran, Garda Revolusi, menawarkan pesan berbeda pada hari Minggu (19/05).

Tentara AS akan "mudah dikalahkan," kata Komandan Hossein Salami dalam sebuah pernyataan.

Selanjutnya, pada hari Minggu, saingan regional Iran, Arab Saudi, mengumumkan rencana KTT darurat dengan anggota Teluk dan Liga Arab untuk membahas "agresi dan konsekuensinya."

Para pejabat Saudi menuduh Iran merusak keamanan regional, dengan mengatakan negara itu mungkin berada di balik serangan baru-baru ini terhadap kapal-kapal kargo di Teluk Persia.

"Kami menginginkan perdamaian dan stabilitas di kawasan itu, tetapi kami tidak akan berdiri dengan tangan terikat," kata Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir, Minggu.

AS telah berusaha untuk mengisolasi Iran secara internasional dengan menekan sekutu untuk menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 dan memberi sanksi pada Iran.


Trump kemudian kembali bicara soal ancaman Iran. Namun kali ini Trump terkesan sedikit menurunkan ancaman Iran terhadap AS dan menyatakan siap berunding jika Iran mengambil langkah pertama.

Seperti dilansir AFP, Selasa (21/5), komentar terbaru Trump ini tampaknya dimaksudkan untuk meredakan kekhawatiran bahwa pemerintahannya mendorong untuk berperang dengan Iran.

"Kita tidak memiliki indikasi apapun bahwa sesuatu terjadi atau akan terjadi," ucap Trump kepada wartawan di Gedung Putih, saat ditanya soal ancaman Iran terhadap kepentingan AS. "Kita tidak memiliki indikasi bahwa mereka akan melakukan itu," imbuhnya, merujuk pada serangan Iran ke AS.
(aik/tsa)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed