DetikNews
Senin 20 Mei 2019, 17:09 WIB

AS Dituduh 'Menyandera' Ilmuwan Iran Selama 7 Bulan

Novi Christiastuti - detikNews
AS Dituduh Menyandera Ilmuwan Iran Selama 7 Bulan Ilustrasi (Dok. REUTERS/Leonhard Foeger/File Photo)
Teheran - Amerika Serikat (AS) dilaporkan menahan seorang ilmuwan Iran selama nyaris tujuh bulan terakhir. Pihak keluarga menuduh AS telah 'menyandera' ilmuwan Iran itu.

Laporan kantor berita IRNA seperti dilansir AFP, Senin (20/5/2019), menyebut ilmuwan Iran bernama Masoud Soleimani (49) ini sebagai seorang profesor dan peneliti sel batang pada Universitas Tarbiat Moddares di Teheran. Dia pergi ke AS pada 22 Oktober 2018.

Kantor berita Iran lainnya, ISNA, menyebut Soleimani berniat untuk belajar selama enam bulan di AS, namun dia ditangkap oleh Biro Investigasi Federal (FBI) di Bandara Chicago. Visa milik Soleimani dicabut dan dia dijebloskan ke penjara Daytona di Atlanta.


Menurut media Iran lainnya, Press TV, Soleimani diundang oleh Mayo Clinic, sebuah rumah sakit universitas di Minnesota untuk melakukan program penelitian.

"Selama berbulan-bulan kami tidak diberi jawaban jelas hingga kami berhasil mencari tahu di mana keberadaannya (Soleimani) setelah menyewa seorang pengacara dan melakukan tindak lanjut," sebut saudara laki-laki Soleimani, Rasoul, seperti dikutip IRNA.

Dalam persidangan yang digelar 14 Mei lalu, Soleimani diberitahu bahwa dirinya dijerat dakwaan mengirimkan hormon pertumbuhan. "Berupaya mentransfer sejumlah 'botol kecil hormon pertumbuhan' melalui dua mahasiswa ke Iran," tutur Rasoul.

"Botol-botol kecil itu tidak menjadi subjek sanksi-sanksi dan memiliki kegunaan medis murni ... klaim konyol Amerika membingungkan semua orang di dalam dan luar negeri," imbuhnya.


Ditegaskan oleh Rasoul dalam pernyataan kepada IRNA bahwa Soleimani 'jelas menjadi sandera pemerintah AS'.

Rasoul menambahkan bahwa pihak keluarga sebelum enggan bicara ke media karena masalah 'keamanan nasional' Iran.

Secara terpisah, Rektor Universitas Tarbiat Moddares, Mohammad Taghi Ahmadi, menyebut klaim AS bahwa Soleimani melanggar sanksi-sanksi dengan berupaya mendapatkan zat medis 'sungguh konyol dan tidak bisa diterima'

"Profesor tidak melakukan pembelian langsung ... dakwaan yang dijeratkan terhadapnya sungguh konyol dan tidak bisa diterima. Penahanannya merupakan operasi untuk melecehkan," sebutnya.


Wakil Menteri Ilmu Pengetahuan Iran, Salar Amoli, menuturkan kepada ISNA bahwa 'dua individu yang ditahan bersama sang profesor' telah dibebaskan. Identitas keduanya tidak disebut lebih lanjut. Ditegaskan Salar bahwa kementeriannya berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Iran berupaya memastikan pembebasan Soleimani.



Simak Juga 'Trump Tuding Iran Pendukung Teror Dunia':

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed