detikNews
Kamis 16 Mei 2019, 16:09 WIB

Tragis! Bocah Imigran Guatemala Tewas Usai Ditahan di Perbatasan AS

Novi Christiastuti - detikNews
Tragis! Bocah Imigran Guatemala Tewas Usai Ditahan di Perbatasan AS Situasi di kamp penampungan imigran di luar pos patroli perbatasan AS (REUTERS/Loren Elliott)
Texas - Sungguh tragis! Seorang balita imigran asal Guatemala meninggal dunia setelah bulan lalu sempat ditahan di perbatasan Amerika Serikat (AS) dan Meksiko. Bocah laki-laki berusia 2,5 tahun ini meninggal setelah jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit.

Kematian balita ini terjadi setelah tiga anak asal Guatemala meninggal di tahanan AS sejak Desember 2018. Aliran imigran di perbatasan AS-Meksiko mengalami peningkatan sejak tahun lalu. Lebih banyak imigran asal Guatemala yang diperkirakan melintasi perbatasan AS-Meksiko dibanding imigran dari negara lain.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (16/5/2019), balita malang ini ditahan oleh otoritas imigrasi AS setelah masuk secara ilegal ke AS pada awal April lalu bersama ibundanya. Mereka masuk ke AS dari dekat kota Ciudad Juarez di Meksiko, yang berseberangan dengan El Paso.

"Dia (si balita) memiliki masalah kesehatan karena kondisi di tempat-tempat yang mereka datangi, demam tinggi dan kesulitan bernapas," tutur Tekandi Paniagua selaku Konsul Guatemala di El Paso, Texas, AS.


Balita yang tidak disebut namanya itu dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis lebih lanjut. Dokter di rumah sakit setempat mendiagnosis balita itu menderita pneumonia atau radang paru-paru.

Dokter menyatakan bahwa balita itu meninggal dunia pada Selasa (14/5) waktu setempat.

Secara terpisah, seorang pejabat dari Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai AS yang memahami insiden ini, menuturkan bahwa ibunda balita itu mengakui putranya jatuh sakit selama tiga hari setelah mereka melintasi perbatasan AS-Meksiko pada 3 April lalu.

Balita itu dibawa ke rumah sakit pada hari yang sama dan dipindahkan ke sebuah rumah sakit anak sehari setelahnya. Keluarga balita itu dibebaskan dari tahanan imigrasi pada 8 April, sementara balita itu dirawat di rumah sakit.


Juru bicara Kementerian Luar Negeri Guatemala, Marta Larra, secara terpisah mengonfirmasi kematian balita itu. Dituturkan Larra bahwa penyakit balita itu pada berawal seperti infeksi flu dan semakin memburuk.

Paniagua menyebutkan bahwa keluarga balita itu berasal dari Chiquimula, Guatemala. Diketahui bahwa sindikat penyelundup manusia biasanya mendorong para imigran untuk membawa serta anak-anak mereka dalam perjalanan jauh dan berisiko karena itu bisa mempermudah mereka masuk ke wilayah AS.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed