DetikNews
Senin 13 Mei 2019, 11:50 WIB

Jurnalis Wanita Terkemuka Afghanistan Tewas Ditembak di Siang Bolong

Novi Christiastuti - detikNews
Jurnalis Wanita Terkemuka Afghanistan Tewas Ditembak di Siang Bolong Mina Mangal (Twitter/Presidential Information Coordination Center via CNN)
Kabul - Seorang jurnalis wanita terkemuka di Afghanistan dibunuh di Kabul. Jurnalis bernama Mina Mangal yang juga dikenal sebagai penasihat parlementer ini tewas usai ditembak saat siang hari bolong.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Nasrat Rahimi mengatakan kepada CNN, Senin (13/5/2019), Mangal ditembak oleh sekelompok pria bersenjata di wilayah Kabul bagian tenggara pada Sabtu (11/5) siang waktu setempat.

Mangal diketahui bekerja sebagai presenter televisi untuk saluran televisi berbahasa Pashto, sebelum memasuki dunia politik. Dia kini bekerja sebagai jurnalis untuk Lemar TV, diketahui juga pernah bekerja untuk Tolo TV, televisi swasta terbesar di Afghanistan dan Shamshad TV yang merupakan kompetitornya.

Semasa hidup, Mangal diketahui menjadi pendukung kuat hak-hak wanita untuk mendapat pendidikan dan pekerjaan. Baru-baru ini, dia terpilih menjadi anggota komisi budaya pada parlemen Afghanistan.


Kepolisian setempat tengah melakukan penyelidikan untuk mencari para pelaku yang menembak Mangal. Motif penembakan ini belum diketahui pasti.

Penembakan brutal terhadap Mangal ini memicu kemarahan dan kesedihan dari kolega-koleganya juga para aktivis hak wanita. Mereka mengecam pemerintah Afghanistan yang dianggap gagal melindungi Mangal yang diketahui sedang menghadapi ancaman.

Aktivis wanita setempat bernama Wazhma Frogh menyebut Mangal baru-baru ini mengungkapkan via akun Facebook-nya bahwa dirinya menerima ancaman dan mengkhawatirkan keselamatan dirinya.

"Dalam status Facebook-nya, dia berkata dia diancam dan dia mengatakan dia percaya pada Allah dan bahwa seorang wanita kuat tidak takut kematian. RIP Mina Mangal," tulis Frogh pada akun Twitternya.


Anggota parlemen Afghanistan, Shagufa Noorzai, yang merupakan kolega Mangal menyebut kematiannya menjadi bagian dari pola serangan terarah terhadap wanita di jalanan Kabul.

"#Farkhunda dibakar hingga mati, #BabyMahsa diculik, diperkosa dan dibunuh, #BibiAyesha hidungnya dipotong, wanita-wanita dirajam dan hari ini #MinaMangal ditembak 9 kali. Seluruh kejahatan ini sebagian besar terjadi saat siang hari dan kebanyakan di zona hijau ibu kota #Kabul. #StopKillingWomen," tegas Noorzai.

Diketahui bahwa para jurnalis kerap menjadi target serangan di Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang tahun 2018, menurut Komisi Pelindungan Jurnalis, tercatat ada 13 jurnalis yang dibunuh. Di Afghanistan, tercatat sedikitnya 48 jurnalis dibunuh antara tahun 1994 hingga 2018.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed