detikNews
Kamis 09 Mei 2019, 11:31 WIB

Wakil Pemimpin Oposisi Venezuela Ditangkap, AS Lontarkan Ancaman

Novi Christiastuti - detikNews
Wakil Pemimpin Oposisi Venezuela Ditangkap, AS Lontarkan Ancaman Edgar Zambrano (kiri) bersama Juan Guaido (REUTERS/Manaure Quintero/File Photo)
Caracas - Seorang politikus oposisi Venezuela, Edgar Zambrano, yang juga menjabat wakil pemimpin oposisi Juan Guaido ditangkap agen intelijen Venezuela. Penangkapan Zambrano dilakukan dengan menggunakan truk derek.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (9/5/2019), badan intelijen Venezuela, SEBIN, menangkap Zambrano dengan menderek kendaraannya saat dia masih ada di dalamnya. Penangkapan ini terjadi di Caracas pada Rabu (8/5) waktu setempat.

Zambrano yang seorang anggota parlemen ini diketahui menjabat Wakil Ketua Dewan Nasional Venezuela yang didominasi oposisi. Guaido menjabat sebagai ketuanya.

Penangkapan Zambrano ini merupakan penangkapan anggota parlemen Venezuela yang pertama setelah Guaido melancarkan upaya kudeta dengan melibatkan tentara-tentara Venezuela untuk melengserkan Presiden Nicolas Maduro pekan lalu.


Dewan Konstituen Venezuela yang pro-Maduro, pada Selasa (7/5) waktu setempat, telah sepakat untuk melucuti kekebalan parlementer yang dimiliki Zambrano dan enam anggota parlemen Venezuela lainnya agar mereka bisa diadili terkait upaya kudeta. Pihak oposisi tidak mengakui keputusan Dewan Konstituen tersebut.

Dalam putusan yang dirilis pada Selasa (7/5) lalu, Mahkamah Agung Venezuela menuduh sejumlah anggota parlemen Venezuela dari kelompok oposisi atas dugaan konspirasi, pemberontakan dan pengkhianatan. Tiga anggota parlemen oposisi lainnya juga dituduh atas dugaan yang sama pada Rabu (8/5) kemarin.

"Salah satu konspirator utama untuk kudeta baru saja ditangkap. Mereka harus membayarnya di hadapan pengadilan untuk kudeta gagal yang mereka lakukan," tegas Ketua Dewan Konstituen Venezuela, Diosdado Cabello, dalam pernyataannya.


Dalam pernyataan via Twitter pada Rabu (8/5) waktu setempat, Zambrano menyebut sejumlah agen SEBIN mengepung mobilnya di luar markas pusat Partai Tindakan Demokratik yang dipimpinnya. Pengepungan itu terjadi di distrik La Florida, Caracas.

"Kami dikejutkan oleh SEBIN dan setelah melarang kami pergi, mereka menggunakan sebuah truk derek untuk membawa kami secara paksa langsung ke Helicoide (markas SEBIN)," sebut Zambrano dalam pernyataannya. Tidak diketahui pasti apakah Zambrano kini sudah ada di markas SEBIN.

Dalam tanggapannya, Guaido menyebut wakilnya telah 'diculik'. "Rezim (Maduro-red) telah menculik Wakil Presiden," tulis Guaido via Twitter.

Diketahui bahwa pada Januari lalu, Guaido menetapkan dirinya sebagai Presiden interim Venezuela dan menyatakan Maduro sebagai presiden tidak sah karena memenangkan pemilu tahun lalu secara curang. Di bawah Maduro, Venezuela mengalami kejatuhan ekonomi yang memaksa 3 juta orang mengungsi ke negara lain.


Pada April lalu, Dewan Konstituen Venezuela mencabut kekebalan parlementer Guaido. Namun otoritas Venezuela belum juga menahan Guaido, yang telah diakui sebagai Presiden interim Venezuela oleh 50 negara termasuk Amerika Serikat (AS). Maduro dalam penegasannya menyatakan Guaido akan 'menghadapi peradilan'.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah mengancam akan memberikan respons tegas terhadap pemerintahan Maduro jika Guaido ditahan. Terkait penangkapan Zambrano, pemerintah AS menyebutnya sebagai 'penahanan sewenang-wenang' yang 'ilegal dan tidak dibenarkan'.

"Maduro dan kaki tangannya bertanggung jawab langsung atas keselamatan Zambrano. Jika dia tidak segera dibebaskan, akan ada konsekuensi," tegas AS dalam pernyataan melalui Kedutaan Besar AS untuk Venezuela yang kini berkantor di Washington DC. AS merujuk pada ancaman sanksi untuk seluruh anggota Dewan Konstituen Venezuela yang pro-Maduro.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed