DetikNews
Rabu 08 Mei 2019, 09:40 WIB

Remaja 17 Tahun Ditangkap Usai Penyanderaan 4 Wanita di Prancis

Novi Christiastuti - detikNews
Remaja 17 Tahun Ditangkap Usai Penyanderaan 4 Wanita di Prancis Personel Kepolisian Prancis siaga di lokasi penyanderaan (Photo by Pascal PAVANI/AFP)
Paris - Kepolisian Prancis menangkap seorang remaja bersenjata yang melakukan penyanderaan di sebuah bar di pinggiran kota Toulouse, Prancis sebelah selatan. Empat wanita yang menjadi korban, berhasil diselamatkan setelah disandera di bawah todongan senjata selama lima jam.

Seperti dilansir AFP, Rabu (8/5/2019), remaja berusia 17 tahun yang menjadi pelaku penyanderaan ini tetap bersembunyi sendirian di dalam sebuah bar di kawasan Blagnac, Toulouse, setelah para sandera berhasil diselamatkan pada Selasa (7/5) waktu setempat.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Christophe Castaner, menyebut bahwa remaja itu akhirnya ditangkap usai dilakukan negosiasi panjang oleh otoritas setempat. Identitas remaja itu tidak disebut lebih lanjut oleh Castaner. Namun salah satu warga setempat menyebutnya bernama Yanis, yang tinggal di area tersebut.


Motif penyanderaan ini masih diselidiki oleh otoritas terkait. Namun otoritas kejaksaan setempat menyebut remaja itu pernah terlibat sejumlah kasus sebelumnya.

"Remaja yang nyaris berusia 18 tahun itu, memiliki catatan kepolisian untuk serangkaian insiden kekerasan, terutama terhadap personel kepolisian, untuk kasus perampokan dan juga berpartisipasi dalam unjuk rasa (antipemerintah) 'rompi kuning' pada Desember lalu saat dia sempat ditangkap," ungkap kepala jaksa Toulouse, Dominique Alzeari, dalam konferensi pers.

Kendati demikian, sebut jaksa Alzeari, remaja ini 'bukan sosok yang dianggap berbahaya' oleh aparat setempat.

Lebih lanjut, jaksa Alzeari menuturkan bahwa insiden penyanderaan ini berawal saat remaja yang membawa senjata api ini masuk ke dalam bar pada sore hari, lalu melepas dua tembakan dan mengancam akan menembak polisi jika dia didekati.


Setelah dilakukan negosiasi, remaja ini melepaskan satu sandera wanita yang merupakan pemilik bar tersebut. Beberapa saat kemudian, tiga wanita lainnya yang menjadi sandera dilepaskan oleh remaja itu.

Dituturkan jaksa Alzeari mengungkapkan bahwa remaja ini sempat meninggalkan sepucuk surat di rumahnya sebelum beraksi.

"Dalam suratnya, dia tampak agak depresi, atau setidaknya khawatir soal kondisi kesehatannya, dan dia menyebut soal gerakan 'rompi kuning' tapi menyatakan bahwa aksi yang akan dilakukannya tidak akan melampaui hal yang ternyata tidak begitu mengesankan," sebut jaksa Alzeari membahas isi surat remaja itu.

Dalam pernyataan terpisah, kantor Wali Kota Blagnac menyebut 'tidak ada kecurigaan motif terorisme' di balik insiden penyanderaan ini.


(nvc/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed