DetikNews
Jumat 03 Mei 2019, 18:44 WIB

Ancaman Belum Berakhir, Sri Lanka Khawatirkan Lebih Banyak Serangan

Novi Christiastuti - detikNews
Ancaman Belum Berakhir, Sri Lanka Khawatirkan Lebih Banyak Serangan Otoritas keamanan Sri Lanka masih dalam kondisi waspada tinggi hingga kini (Reuters)
FOKUS BERITA: Bom Guncang Sri Lanka
Colombo - Otoritas Sri Lanka sangat mengkhawatirkan terjadinya serangan-serangan lain di wilayahnya, terutama Colombo. Kelompok ekstremis Islamis diyakini sedang merencanakan serangan yang menargetkan jembatan-jembatan di ibu kota Sri Lanka itu.

Seperti dilansir AFP, Jumat (3/5/2019), otoritas Sri Lanka memperingatkan publik bahwa sejumlah konspirator atau orang-orang yang diduga berkomplot dalam rentetan bom saat perayaan Paskah pada 21 April lalu, masih bebas berkeliaran.

Pihak kepolisian menyatakan pihaknya menginstruksikan sejumlah kantor polisi di sekitar Colombo untuk mengerahkan personel tambahan. Kepolisian juga meminta Angkatan Laut Sri Lanka untuk mengerahkan lebih banyak kapal di sungai-sungai setempat.

Pengerahan personel tambahan ini dilakukan setelah laporan intelijen kepolisian setempat, yang bocor ke publik, memperingatkan bahwa jembatan-jembatan di Colombo sangat rawan untuk menjadi target serangan.


Secara terpisah, militer Sri Lanka mendirikan sebuah pusat komando khusus untuk mengkoordinasikan operasi-operasi anti-militan. Lebih banyak personel militer juga dikerahkan untuk membantu pihak kepolisian dalam operasi-operasi penggeledahan terkait perburuan para tersangka.

Dituturkan sejumlah sumber otoritas Sri Lanka bahwa tentara-tentara tambahan melakukan penggeledahan pada malam hari, menyita bahan peledak dan persenjataan dari berbagai lokasi. Namun kebanyakan penggeledahan ini dilakukan terhadap persembunyian kelompok kriminal, bukan militan.

"Pemblokiran secara luas dan operasi penggeledahan yang dilakukan personel militer dan dinas lainnya di berbagai wilayah negara ini dengan bantuan polisi, terus berlanjut dalam bentuk perburuan teroris, tempat persembunyian, peledak, persenjataan dan objek-objek pertempuran lainnya...dengan pengerahan lebih banyak tentara diperlukan," demikian pernyataan militer Sri Lanka.


Dituturkan juru bicara pemerintah Sri Lanka, Rajitha Senaratne, yang juga menjabat Menteri Kesehatan bahwa otoritas setempat mendapatkan informasi soal sekelompok kecil militan radikal yang berupaya melancarkan serangan berikutnya.

"Anda tidak bisa mengatakan ancaman sudah berakhir, namun situasinya sangat terkendali... lebih baik dari yang kami perkirakan," sebut Senaratne.

Senaratne menambahkan bahwa otoritas Sri Lanka saat ini masih memburu 'empat teroris' yang masih buron terkait rentetan bom Paskah yang menewaskan 257 orang dan melukai sekitar 500 orang lainnya.

Sementara itu, Gereja Katolik Sri Lanka pada Kamis (2/5) waktu setempat mengumumkan bahwa rencana untuk menggelar kembali misa hari Minggu pada 5 Mei nanti, dibatalkan. Hal ini dilakukan menindaklanjuti informasi soal 'ancaman spesifik' terhadap dua gereja di luar Colombo.



Tonton video Polisi Sri Lanka Rilis Foto Pelaku Bom Paskah:

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/fdn)
FOKUS BERITA: Bom Guncang Sri Lanka
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed