DetikNews
Jumat 03 Mei 2019, 14:50 WIB

Topan Fani Terjang Pantai Timur India, Lebih dari 1 Juta Orang Mengungsi

Novi Christiastuti - detikNews
Topan Fani Terjang Pantai Timur India, Lebih dari 1 Juta Orang Mengungsi Topan Fani yang membawa hujan lebat dan angin kencang menerjang India bagian timur (Likan Patra/via REUTERS)
New Delhi - Angin topan dahsyat bernama topan Fani yang tercatat sebagai salah satu topan terbesar di Samudra Hindia, menerjang area pantai India bagian timur. Topan yang membawa hujan lebat dan angin kencang ini menumbangkan pepohonan, memutuskan aliran listrik dan air serta memaksa lebih dari 1 juta orang mengungsi.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Jumat (3/5/2019), Departemen Meteorologi India (IMD) menyebut topan Fani menerjang wilayah pantai Odisha pada Jumat (3/5) pagi sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Topan ini dilaporkan membawa angin kencang yang berhembus dengan kecepatan mencapai 200 kilometer per jam.

Kepala Menteri Odisha, Naveen Patnaik, menyatakan bahwa dalam 24 jam terakhir, otoritasnya mengungsikan lebih dari 1 juta orang dari area paling rawan di sepanjang dataran rendah tepi pantai setempat. Ada kekhawatiran bahwa topan Fani akan memicu gelombang laut setinggi 1,5 meter di area pantai.

Baik bandara hingga sekolah dan universitas di Odisha diperintahkan untuk diliburkan sementara. Ratusan personel penanggulangan bencana dikerahkan ke wilayah Odisha, dengan para dokter dan tim medis diminta untuk tidak cuti hingga 15 Mei mendatang.


Sekitar 3 ribu tempat pengungsian yang dibangun di area sekolah dan gedung pemerintahan disediakan untuk menampung para pengungsi di Odisha. Lebih dari 100 ribu paket makanan kering siap disalurkan jika dibutuhkan.

Wilayah Benggala Barat yang bersebelahan dengan Odisha juga bersiap menghadapi topan Fani ini. Bandara yang ada di Kolkata, ibu kota Benggala Barat, ditutup sementara sebagai antisipasi.

Ratusan ribu orang di Benggala Barat diperintahkan untuk mengungsi ke tempat aman. Bahkan ada tim khusus yang dikerahkan untuk menyisir desa-desa setempat demi mendorong warga juga wisatawan untuk mencari tempat aman.

Pasukan Cepat Tanggap Bencana Nasional India (NDRF) merilis foto-foto yang menunjukkan pepohonan tumbang di sepanjang wilayah pantai Andhra Pradesh. Tim NDRF berupaya mengevakuasi pohon-pohon yang tumbang untuk memastikan itu tidak membahayakan warga saat angin kencang datang.


Para pakar meteorologi memperingatkan bahwa topan Fani bisa memicu 'kehancuran total' seperti menghancurkan rumah warga, memutus aliran listrik dan menumbangkan tiang-tiang komunikasi.

Dari Odisha, topan Fani diperkirakan akan bergerak ke arah timur laut menuju Benggala Barat dan kemudian berlanjut ke Bangladesh. Kepala Penanggulangan Bencana Bangladesh, Mohammad Hashim, menyatakan lebih dari 4 ribu tempat pengungsian telah disediakan di sebanyak 19 distrik setempat. Otoritas Bangladesh meminta kapal-kapal nelayan untuk menepi ke area pantai.

Diketahui bahwa wilayah pantai timur India sangat rawan diterjang badai mematikan. Tahun 2017 lalu, topan Ockhi yang menerjang wilayah Tamil Nadu dan Kerala menewaskan sekitar 250 orang dan membuat lebih dari 600 orang hilang.

Kemudian badai dahsyat yang menerjang Odisha selama 30 jam tahun 1999 lalu menewaskan 10 ribu orang.


(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed