DetikNews
Jumat 03 Mei 2019, 01:44 WIB

Unjuk Rasa soal Pemilu di Benin Ricuh, Massa Bentrok dengan Polisi

Arief Ikhsanudin - detikNews
Unjuk Rasa soal Pemilu di Benin Ricuh, Massa Bentrok dengan Polisi Foto: Yanick Folly / AFP
Cotonou - Unjuk rasa terkait Pemilu parlemen di Benin ricuh. Massa aksi terlibat bentrokan dengan polisi yang berjaga.

Dilansir dari Reuters, Jumat (3/5/2019), unjuk rasa itu terjadi di kota Cotonou. Para demonstran memprotes pembatasan partai oposisi untuk ikut dalam Pemilu.

Pemilu parlemen di Benin sendiri digelar pada Minggu (28/4) dan hasilnya diumumkan Selasa (30/4). Ratusan orang pun telah memprotes sejak Rabu (1/5) dengan membakar ban dan menyerukan Presiden Patrice Talon untuk mundur.

Kerusuhan sebenarnya hal langka di negara berpenduduk 11 juta jiwa yang dipandang sebagai benteng stabilitas di Afrika Barat. Pasukan keamanan, yang didukung oleh kendaraan militer lapis baja disebut menggunakan senjata api untuk membubarkan protes, kata dua saksi Reuters.

Namun, tidak dijelaskan apakah mereka menggunakan peluru langsung atau menembak langsung ke arah kerumunan. Seorang saksi mata Reuters menyaksikan dua pengunjuk rasa yang terluka, satu pendarahan hebat. Polisi menolak berkomentar dan tidak ada konfirmasi mengenai jumlah korban.

Kerusuhan tersebut menyusul keputusan komisi pemilihan umum untuk tidak meloloskan partai oposisi dalam pemilihan. Alasannya, mereka tidak dapat memenuhi kriteria ketat berdasarkan undang-undang pemilu yang baru untuk mengajukan kandidat.

Presiden Talon pun membantah dirinya terlibat, dan menyebut hal itu berasal dari hukum. Hasil yang diumumkan pada Selasa menempatkan dua partai yang setia kepada Talon total kontrol di parlemen. Pendukung saingan Talon, mantan presiden Thomas Boni Yayi pun melancarkan protes.


(aik/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed