DetikNews
Kamis 25 April 2019, 19:24 WIB

Tega! Bocah 3 Tahun Ditinggal Sendirian di Perbatasan AS-Meksiko

Novi Christiastuti - detikNews
Tega! Bocah 3 Tahun Ditinggal Sendirian di Perbatasan AS-Meksiko Ilustrasi -- Petugas perbatasan Amerika di perbatasan AS-Meksiko (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Texas - Seorang bocah berusia 3 tahun ditemukan sendirian di perbatasan Amerika Serikat (AS) dan Meksiko. Petugas patroli perbatasan AS menemukan bocah laki-laki itu sedang menangis di tengah ladang jagung di sisi perbatasan yang masuk wilayah Texas, AS.

Seperti dilansir AFP, Kamis (25/4/2019), Perlindungan Perbatasan dan Cukai AS (CBP) menyebut nama bocah itu dan sebuah nomor telepon tertulis di sepatunya. Temuan ini terjadi pada Selasa (23/4) waktu setempat saat petugas CBP melakukan pengejaran terhadap kelompok imigran ilegal.

Dituturkan CBP dalam pernyataannya bahwa bocah itu diduga 'ditinggalkan' oleh sekelompok imigran ilegal yang masuk dari Meksiko ke wilayah AS, tepatnya di dekat Brownsville, Texas.

"Saat para agen perbatasan berupaya mencegat kelompok itu, warga asing ilegal itu menyebar ke antara ladang yang ditumbuhi banyak tanaman," sebut CBP.


Bocah yang ditemukan 'sendirian dan menangis' itu langsung dibawa ke rumah sakit setempat untuk menjalani pemeriksaan medis. Hasilnya dinyatakan bocah itu dalam keadaan sehat.

Upaya-upaya untuk mencari keberadaan keluarga bocah ini, belum membuahkan hasil.

Saat ini, bocah ini dalam penanganan otoritas setempat dan akan diserahkan kepada Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan.

Disebutkan CBP dalam pernyataannya bahwa petugas patroli perbatasan AS telah menangkap 92.607 orang di sepanjang perbatasan AS-Meksiko pada bulan Maret lalu. Jumlah itu meningkat jika dibandingkan bulan Februari yang mencapai angka 66.884 orang.


Di antara mereka yang ditangkap sepanjang Maret, terdapat sekitar 8.975 anak-anak yang tidak didampingi keluarganya.

Pada Rabu (24/4) waktu setempat, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengerahkan tentara bersenjata ke perbatasan selatan AS. Hal ini diumumkan Trump setelah militer AS 'menggunakan senjata' dalam menghadapi tentara AS di perbatasan.


(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed