DetikNews
Kamis 25 April 2019, 16:10 WIB

Dua Pelaku di Balik Rentetan Bom Paskah Sri Lanka dari Keluarga Kaya Raya

Novi Christiastuti - detikNews
Dua Pelaku di Balik Rentetan Bom Paskah Sri Lanka dari Keluarga Kaya Raya Inshaf Ibrahim (paling kanan) sedang berjabat tangan dengan mantan Menteri Negara Urusan Perdagangan Internasional Sujeewa Senasinghe (berbaju putih) sembari disaksikan ayahnya, Mohamed Ibrahim (tengah) dalam foto tahun 2016 (Facebook via CNN)
FOKUS BERITA: Bom Guncang Sri Lanka
Colombo - Dua dari sembilan pengebom bunuh diri dalam serangan saat Paskah di Sri Lanka diketahui bersaudara dan berasal dari keluarga kaya raya. Ayah dari dua kakak-beradik pengebom itu dikenal sebagai pedagang rempah yang dikagumi banyak orang.

Kepolisian Sri Lanka tidak merilis nama-nama pengebom bunuh diri itu. Meskipun otoritas Sri Lanka menyatakan telah mengidentifikasi delapan dari total sembilan pengebom yang salah satunya seorang wanita tersebut.

Namun laporan media-media lokal Sri Lanka seperti dilansir Reuters dan CNN, Kamis (25/4/2019), menyebut bahwa kakak-beradik pengebom itu bernama Inshaf (Imsath) Ahmed Ibrahim dan Ilham Ahmed Ibrahim. Keduanya merupakan putra seorang pengusaha muslim kaya raya di Colombo bernama Mohamed Ibrahim.

Kakak-beradik itu diketahui tinggal di sebuah rumah mewah tiga lantai yang ada di kawasan kelas menengah atas Mahawela Gardens di pinggiran Colombo. Menurut para tetangga juga para anggota komunitas muslim Colombo, keluarga Ibrahim merupakan salah satu keluarga muslim terkaya di Colombo, yang memiliki koneksi baik dengan kalangan pengusaha maupun elite politik Sri Lanka.

"Keluarga yang baik-baik, sangat kaya, terkoneksi dengan baik secara politik," sebut Pamuditha Anjana, salah satu tetangga keluarga Ibrahim.


Kepolisian setempat menyatakan ayah dari kakak-beradik pengebom itu, Ibrahim, ikut ditangkap saat polisi melakukan penyelidikan. Rekaman video yang beredar, seperti dilaporkan CNN, menunjukkan Ibrahim digiring polisi dari rumahnya. Otoritas setempat belum mengumumkan dakwaan untuknya.

"Dia (sang ayah) terkenal di kawasan tersebut karena sering membantu warga miskin dengan memberi makanan dan uang. Tidak terbayangkan bahwa anak-anaknya bisa melakukan hal itu. Karena apa yang mereka lakukan, seluruh muslim diperlakukan sebagai tersangka," ujar Fathima Fazla yang tinggal di seberang rumah keluarga Ibrahim.

Wakil Presiden Dewan Muslim Sri Lanka, Hilmy Ahamed, yang mengaku tahu soal keluarga Ibrahim menyebut sang ayah merupakan anggota terkemuka dari komunitas muslim setempat. Dia menyebut Ibrahim yang memiliki enam anak laki-laki dan tiga anak perempuan ini sebagai pengusaha yang 'sangat kaya' dan anak-anaknya 'mendapat pendidikan yang baik di luar negeri'.

Pabrik Tembaga Milik Inshaf Ibrahim, salah satu pengebom bunuh diri di Sri LankaPabrik Tembaga Milik Inshaf Ibrahim, salah satu pengebom bunuh diri di Sri Lanka Foto: REUTERS/Thomas Peter

Lebih lanjut, Ahamed meragukan bahwa Ibrahim yang seorang pengusaha ekspor rempah yang sukses ini mengetahui apa yang direncanakan kedua anaknya. "Dia seorang pengusaha yang sibuk. Mungkin dia tak menyadari apa yang terjadi di sekitarnya. Saya ragu dia mengetahui hal itu," sebutnya.

Reyyaz Salley yang merupakan Imam Masjid Dewatagaha di Colombo -- salah satu masjid terbesar dan tertua -- menyebut sang ayah sebagai 'orang yang sangat baik, sosok yang berorientasi bisnis yang melakukan ekspor remah-rempah'. "Kami mengenalnya sebagai sosok yang normal dan sebagai pengusaha," ucapnya.

Dituturkan seorang sumber yang dekat dengan keluarga Ibrahim, seperti dikutip Reuters, bahwa Inshaf (33) yang merupakan pemilik pabrik tembaga, meledakkan diri di area sarapan buffet di dalam hotel mewah Shangri-La pada Minggu (21/4) lalu. Saat polisi menggerebek rumah keluarga Ibrahim pada Minggu (21/4) siang, sang adik, Ilham (31), meledakkan bom yang menewaskan dirinya, sang istri juga tiga anak mereka.


Menurut sumber tersebut, Ilham diketahui secara terbuka mengekspresikan paham-paham ekstremis yang dipegangnya dan pernah ikut pertemuan Jamaah Tauhid Nasional (NTJ), militan lokal yang dicurigai ada di balik rentetan bom Paskah itu.

Sang kakak, Ishaf, yang seorang wiraswasta diketahui memiliki pandangan yang lebih moderat dan dikenal dermawan dalam memberikan sumbangan untuk staf juga warga sekitarnya. Inshaf diketahui telah menikah dengan seorang putri pengusaha perhiasan kaya raya dan sama sekali tidak ada masalah keuangan.

"Saya terkejut. Kami tidak pernah mengira mereka ternyata orang seperti ini," ucap Sanjeewa Jayasinghe (38) yang bekerja sebagai teknisi jaringan kabel di dekat rumah keluarga Ibrahim.

Otoritas Sri Lanka menduga militan lokal NTJ, yang dibantu jaringan internasional, ada di balik rentetan ledakan bom yang mengguncang tiga gereja, empat hotel mewah dan sebuah rumah di Sri Lanka pada Minggu (21/4) lalu. Pada Selasa (23/4) ini, Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom tersebut. Video yang dirilis ISIS mengungkapkan sosok pemimpin NTJ, Zahran, yang diyakini sebagai dalang utama rentetan bom mematikan itu.


(nvc/hri)
FOKUS BERITA: Bom Guncang Sri Lanka
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed